
Hal itu, kata Tatang, untuk menyiapkan bilamana nanti ada siswa yang sama sekali tidak mengikuti proses pembelajaran luring, namun masih tetap mengikuti kegiatan belajar secara daring dari rumah masing masing.
“Setiap ruang kelas sudah kami lengkapi dengan TV layar besar dan kamera untuk digunakan broadcast secara langsung kepada siswa dengan menggunakan media online yang sudah disepakati,” terang tatang lagi.
SMA Telkom Bandung, sekolah yang memiliki jargon BIRU yaitu Berdisiplin, Integritas Tinggi, Religius dan Unggul ini, dalam hal pembelajaran telah menggunakan Learning Management System. Sistem yang juga disebut e-learning ini, dirancang khusus untuk memudahkan para guru selama pembelajaran jarak jauh.
“Sebelum menggunakan ini, kami dulunya menggunakan GAPE, tapi sistem LMS ini lebih baik dan lebih lengkap hingga mempermudah bagi mereka yang menggunakan sistem tersebut,” ujarnya menjelaskan.
Sistem ini bisa membantu para guru untuk merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan pembelajaran, mengelola aktivitas belajar para siswa, mengelola nilai, merekapitulasi absensi para siswa, menampilkan transkrip nilai, dan mengelola tampilan e-learning.

Untuk mendukung program ini, lanjut Tatang, sekolah juga sudah didukung dengan server sendiri yang cukup besar. Sehingga dalam hal pelaksanaan pembelajaran nanti bisa dipakai untuk 24 jam dan tidak akan menghabiskan memori di gadget si anak. Karena semua data tersimpan dalam server dan bukan dalam memori.
Di akhir, saat ditanya apa harapannya tentang rencana pemerintah yang akan kembali mengadakan pembelajaran tatap muka pada awal tahun ajaran baru yang akan datang, Tatang mengatakan, pelaksanaan PTM bulan Juli yang akan datang tentunya haruslah saling dukung antara sekolah, lingkungan, dan orang tua itu sendiri.
“Lingkungan sudah aman, orang tua sudah semua mengijinkan, dan kesadaran untuk menaati prokes adalah sangat penting. Kita berdoa saja kalau nantinya pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut bisa berjalan sesuai harapan bersama dan tidak ada hal hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (YD)



















