
Ditemui dalam kesempatan terpisah, para guru peraih penghargaan karya inovatif terbaik berharap supaya Kemendikbudristek melalui P4TK IPA dapat terus menyelenggarakan kompetisi ini dengan menghadirkan beragam kategori berbeda untuk dapat memotivasi guru pengampu mata pelajaran (mapel) IPA. Para peserta selain berasal dari unsur guru juga berasal dari Duta Rumah Belajar Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Duta Sains, Komunitas, Organisasi serta alumni diklat P4TK IPA dan guru IPA non-alumni.
Guru mapel Biologi di SMA Negeri 18 Luwu Utara, Haryanti yang berhasil meraih penghargaan Peserta Terbaik ke-1 melalui karya inovatif yang berjudul “Pembelajaran PJBL Berbasis STEM CT Melalui Media Pembelajaran Digital Berbasis LMS Computational Thinking”, mengungkapkan bahwa dirinya termotivasi untuk mengikuti kompetisi Interaksi agar dapat berbagi ilmu. Dengan karya ilmiah yang menurutnya dapat meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik di SMAN 18 Luwu Utara ini, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan TIK yang bisa memacu inovasi dari guru lainnya di Sulawesi Selatan.
”Apresiasi kepada Kemendikbudristek atas bantuan kuota belajar untuk guru yang menjadi penambah semangat saya dalam mengikuti kompetisi Interaksi ini,” imbuh Haryanti.
Senada dengan itu, melalui karya inovatif yang berjudul “Modul Interaktif Pada Hybrid Learning Motif Hening” sebagai Solusi Learning Loss Pada Masa Tatap Muka Terbatas, Ika Risnawati berhasil raih penghargaan pada puncak Hari Guru Nasional 2021. Peraih penghargaan Peserta Terbaik ke-2, yang juga guru di SMP Alfa Centauri, Kota Bandung, Jawa Barat ini menyampaikan pesan semangat seusai menerima penghargaan yang ditujukan untuk semua rekan guru hebat di Indonesia.
“Mari kita bersama bergerak dengan hati untuk memulihkan pendidikan terutama untuk siswa yang mengalami learning loss. Kita ajak lagi siswa-siswi untuk semangat belajar dan maksimalkan potensi yang dimiliki oeh ibu dan bapak guru sehingga para peserta didik akan merasakan pembelajaran yang bermakna dan menarik,” urainya.
Di samping itu, Itok Dwi Budiarto, guru mapel Kimia di SMA Negeri 2 Kediri, Jawa Timur yang menerima penghargaan sebagai Peserta Terbaik ke-3 melalui karya inovatif “Media Edpuzzle untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa Pada Pembelajaran Kimia Daring” mengungkapkan kegembiraannya meraih penghargaan ini. “Setelah meraih penghargaan ini, saya akan mengembangkan aplikasi yang telah saya buat terutama untuk mapel kimia dan tentunya saya akan mengimbaskan ke rekan guru lainnya,” imbuhnya.
Selain pemberian penghargaan untuk 3 karya inovatif, turut diberikan pula penghargaan kategori peserta yang menginspiratif untuk: (1) Maulidiya Rahma Prastiti, SD Negeri Sidoharjo I; (2) Yuli Astuti, SD Al Muslim; dan Dona Agus Setiawan, SDN 1 Nambuhan Grobogan.
Kemudian penghargaan juga diberikan untuk pemenang kategori banner terfavorit diraih oleh Abdul Wakhid Mustofa, SD Terpencil Bukit Indah Singura serta pemenang kategori terbanyak memviralkan kegiatan Interaksi di media sosial diraih oleh Irma Lismayani, SMP Negeri 17 Kendari.
Sejalan dengan peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 yang mengusung tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”, filosofi dari kompetisi Interaksi yaitu para peserta tidak hanya berkompetisi namun dapat saling melakukan interaksi dan kolaborasi berbagi ilmu serta praktik baik pada bidang TIK dalam sains. Dalam gelaran kompetisi tersebut, para peserta didampingi dan diberikan penguatan kompetensi oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) P4TK IPA, Aritta Megadomani, Trina Kartika Asih dan Kusdiantoro Wijaya serta Pengembang Teknologi Ahli Utama dari Pusdatin, Sediono dan Sumarno. (SP)



















