
“Budaya berbeda dengan kebiasaan, budaya tidak terlihat namun tertanam lebih dalam dan lebih kuat. Sementara kebiasaan terlihat kasat mata dan bisa berubah kapan saja,” paparnya.
Senada dengan Zulhamdi, Yenti menyampaikan bahwa hasil penelitan internasional menyebutkan bahwa 81% perusahaan yang berfokus pada perkembangan budaya perusahaannya akan lebih unggul dan siap pada perubahan dan tantangan zaman.
“Penelitian menyebutkan, SDM yang berada di organisasi yang memiliki budaya khas memiliki hasil bisnis yang lebih baik. Budaya organisasi juga adalah topik penting dalam agenda kepemimpinan senior leader dan selalu meningkat setiap tahunnya,” tambah Yenti.
Budaya kerja di PLN, sampai Zulhamdi, sejalan dengan keputusan Kementerian BUMN yang menetapkan AKHLAK sebagai core values seluruh BUMN sebagai pilar Transformasi Human Capital BUMN sejak 1 Juli 2020 lalu.
AKHLAK adalah singkatan dari perilaku Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptip, dan Kolaboratif.
Disampaikan Zulhamdi, PLN merumuskan pedoman perilaku yang akurat sesuai keperluan keberlangsungan dan kinerja perusahaan ke depannya.
‘’Jadi budaya kerja ataupun pedoman perilaku berdampak secara langsung pada kualitas SDM dan berpengaruh pada pencapaian perusahaan,’’ katanya. (infopublik)



















