Kompetisi Sains Madrasah Unggul dengan Integrasi Keilmuan

Berita Nasional468 Dilihat

“Kedua, tim pakar yang bertugas mengawal dan mendampingi tim pembuat soal. Mereka dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Malang, dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dan ketiga, tim integrasi bidang keislamaan dan sains. Mereka dari UIN ALauaddin Makassar dan UIN Sunan Ampel Surabaya,” sambung Guru Busar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kusaeri menambahkan bahwa komposisi soal-soal KSM, 50% murni soal olimpiade dan 50% soal integrasi keislaman dan ilmu yang diujikan. Bahkan ada juga variasi soal yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan Arab.

Inilah bedanya KSM dengan olimpiade-olimpiade lainnya. Tentu, ini belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

“Keunggulan ini harus dipertahankan dan dikembangkan lagi,” tegas Kusaeri.

Kusaeri berharap Kementerian Agama, sebagai penyelenggara KSM, tidak berhenti di sini. Ke depan, KSM perlu dikembangkan, dengan misalnya memperluas cakupan pesertanya, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Asia atau paling tidak negeri anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam).

“Mimpi selanjutnya adalah bagaimana KSM ini bisa mendunia. Kita undang peserta dari luar negeri atau paling tidak negara-negara anggota OKI,” pungkas Kusaeri. (kemenag)

Blibli.com
Blibli.com