
Omit menambahkan kerja sama taut suai antara SMKN 1 Cibadak dengan industri tersebut membawa dampak besar pada kualitas dan kompetensi dari lulusan. Adanya alih pengetahuan dari industri meningkatkan performa para guru dan siswa, baik di keterampilan teknis maupun nonteknis.
“Siswa kami dapat melaksanakan pembelajaran praktik dengan Prosedur Operasional Standar (POS) industri. Mesin-mesin dan peralatan yang kita gunakan sudah skala industri, termasuk sterilisasi produknya. Sebagian besar tahap produksinya dikerjakan mesin secara otomatis teknologi Jerman, sangat sedikit sekali yang dilakukan manual. Keterampilan teknis maupun nonteknis sangat teruji sehingga mereka mudah diserap di dunia kerja dan dunia industri,” Ommit.
Hal tersebut dibuktikan dari profil lulusan SMKN 1 Cibadak yang mahir berwirausaha. Sebagian besar lulusan SMKN 1 Cibadak juga langsung terserap industri, baik industri di Sukabumi, Jakarta, atau bahkan ke luar negeri.
Selain itu, banyak juga lulusan SMKN 1 Cibadak yang diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung maupun Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur SNMPTN ataupun SBMPTN.
Dari sisi produksi, kapasitas produksi sari buah lemon juga semakin meningkat. Dari hanya berskala laboratorium, kini mulai berskala industri dengan peralatan yang sudah sesuai industri. Pangsa pasar sari buah lemon ini pun semakin meluas, tidak lagi di lingkungan sekolah dan sekitar, tetapi juga minimarket dan pusat oleh-oleh di wilayah Sukabumi hingga Jakarta. Alhasil, omzet sari buah lemon pun bisa ditingkatkan mencapai Rp2 miliar per tahun.
“Untuk sementara produk yang berjalan itu ada dua varian kemasan, kemasan botol lemon murni dan kemasan botol untuk sari buah. Dalam perkembangnya, produk sari buah lemon juga ada penambahan merek minuman, di antaranya Kana Fresh, Sip Vitale, dan Sari Vit-C,” kata Omit. (ditjen diksi)



















