
“Kami berniat memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan tersebut. Hingga akhirnya kami berhasil menciptakan prototype alat pendeteksi kebocoran gas,” terang M Humam di Medan, Senin (31/10).
Menurut M. Humam, dengan sensor MQ-2, alat ini bisa menangkap bau gas yang keluar. Dengan berbasis IoT, alat ini bisa terhubung dengan smartphone melalui aplikasi telegram.
“Alat ini diletakkan kurang lebih 10 cm dari tabung gas LPG agar bisa menangkap bau gas yang keluar. Sehingga apabila terjadi kebocoran pada gas, buzzer sebagai alarm peringatan akan berbunyi dan informasi kebocoran dapat kita ketahui dari aplikasi telegram di hp,” jelas M. Humam.
Zahira Az-Zahra menambahkan, jika terjadi kebocoran gas, alat ini akan mengirimkan notifikasi ke aplikasi telegram smartphone pemilik gas. “Sehingga, sangat membantu para pengguna dalam pengecekan sebagai antisipasi kebakaran atau bahaya lainnya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, menurut Zahira, alat ini juga memiliki fungsi untuk mengecek volume isi dalam tabung dengan menggunakan sensor tekanan dan juga Selonoid Valve sebagai katub listrik yang berfungsi untuk membuka dan menutup saluran gas yang keluar.
Inovasi yang diciptakan kedua siswa MAN 3 Medan ini menyabet Juara I NYIA 2022. Selain mendapatkan sertifikat dan tropi, mereka juga mendapat hadiah uang sebesar 10.000.000. (kemenag)



















