
Nurul Khotimah, selaku pembimbing mengatakan tidak mudah melakukan penelitian Si-Aerogel. Tapi, dia sangat bersyukur timnya behasil meriah juara II. Dia berharap hal itu akan memotivasi siswa-siswa lainnya. Dia juga mengapresiasi timnya yang berhasil membuat prototype kapal yang terintegrasi dengan Si-Aerogelnya.
Tim kedua yang meraih special award LKIR BRIN bidang IPH dari Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia, yaitu: Riskia Khanifa dan Aida Himmatul Ulya. Inovasi mereka berjudul “Potensi Antimicrobial Peptides (AMPs) Larva BSF (Black Soldier Fly) Sebagai Agent Antibakteri Vibrio Penyebab Penyakit Vibrosis Udang Vaname_Bidang LKIR IPH (Ilmu Pengetahuan Hayati)”.
Mereka melakukan penelitian di Laboratorium Bioteknologi, Puspitek, Tanggerang dan BBPBAP Jepara. Penelitian mereka di bawah bimbingan mentor Dr.rer.nat. Anis Herliyati Mahsunah M.Sc. dari BRIN dan Sri Murti Astuti, S.P. dari BBPBAP Jepara.
Sri Murti Astuti selaku pembimbing dari BBAP Jepara bersyukur atas prestasi yang diraih siswanya. Dia berharap Aida dan Riskia akan sukses ke depan dan penelitiannya dapat terus dikembangkan.
Tim ketiga yang meraih special award LKIR BRIN bidang IPT dari PT Nanotech Global Indonesia yaitu La’salina Razin dan Amrina Rosyada. Inovasi mereka berjudul “Nanopartikel Komposit Restorasi Gigi (Dental Filling) Berbasis Hidroksiapatit dari Limbah Cangkang Bulu Babi (Diadema setosum) dan Kerang Simping (Placuna placenta)”.
Mereka melakukan penelitian di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus selama satu bulan di bawah naungan mentor Dr.Eng. Gerald Ensang Timuda dan pembimbing Yazida Rizkayanti.
Mereka membuat HAPs dengan memanfaatkan cangkang hewan laut yang memiliki kandungan kalsium tinggi. Salah satunya cangkang bulu babi (Diadema setosum) dan cangkang kerang simping (Placuna placenta).



















