
“Alhamdulillah, ini adalah jumlah yang besar. Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka melalui MOOC Pintar ini, karena dengan sekali pelatihan, puluhan ribu peserta terlibat, dan ini berarti target penyampaian Kurikulum Merdeka untuk dapat diterima masyarakat semakin cepat,” tuturnya.
“Kami ucapkan selamat kepada peserta yang sudah lulus dalam Pelatihan Kurikulum Merdeka ini. Setelah ini, akan dilakukan pelatihan-pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka langsung ke sasaran. Ini akan dilakukan secara lebih operasional agar di tahun ajaran 2023 nanti langsung bisa diimplementasikan di satuan kerjanya masing-masing,” tambahnya.
Menurut Mastuki, ke depan Pusdiklat Teknis Badan Litbang dan Diklat di samping akan melaksanakan pelatihan Kurikulum Merdeka secara tatap muka, juga akan dilakukan melalui MOOC Pintar.
“Jumlah guru yang sangat banyak, lebih dari 700 ribu, tidak mungkin dilayani dengan tatap muka. Keterbatasan anggaran dan widyaiswara mengharuskan kita untuk terus-menerus memanfaatkan teknologi. MOOC Pintar akan kita gunakan untuk membantu mempercepat implementasi ini,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 29 ribu orang berhasil membuat akun, dan 19 ribu orang berhasil mendaftar mengikuti pelatihan pada periode 26 Oktober hingga 6 November 2022. (kemenag)



















