
Pada awalnya lahan di Kecamatan Pollung merupakan kawasan Konsesi PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengusulkan ke Kementerian LHK perubahan Konsesi PT. TPL yang semula 31.336 hektar, setelah pengurangan menjadi 9.600 hektar.
Pada tahap pertama Tahun 2020, dikelola 1.000 hektar untuk kegiatan Pengembangan Food Estate, dimana 215 hektar dikelola Kementerian Pertanian dengan komoditi bawang merah, bawang putih dan kentang dan 785 hektar merupakan areal pengembangan selanjutnya.
Mulai Tahun 2021-2022, Program Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan dilaksanakan tidak lagi menggunakan APBN Kementerian Pertanian. Pola pertanaman yang dilaksanakan sampai saat ini adalah melalui kerjasama dengan Investor/Offtaker.
Total Produksi Food Estate Kabupaten Humbang Hasundutan sampai dengan saat ini adalah 392 Ton Kentang dan 165 Ton Bawang Merah, Kubis (294 Ton), Cabai (271 Ton), Jagung (93 Ton), Tomat (26 Ton), dan Bawang Putih (13 Ton). Produktivitas maksimum untuk kentang mencapai 24 Ton/Ha, sedangkan bawang merah mencapai 13 Ton/Ha. Total Petani yang terlibat adalah 350 Petani yang tergabung dalam 9 korporasi petani.
Terdapat 7 Investor yang telah bergabung yaitu PT. Parna Raya dengan komoditi bawang merah dan bawang putih, PT. Indofood dengan komoditi kentang, PT. Eden Farm dengan komoditi kentang, PT. Ewindo dengan komoditi kentang, PT. DSR dengan komoditi kentang, bawang merah dan buncis. PT. BISI dengan komoditi jagung. PT. Champ dengan komoditi kentang.



















