Himmatul Aliyah Ingatkan Pemerintah Konsisten Perbaiki Pendidikan Indonesia

Berita Nasional42 Dilihat
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

Jakarta – Pemerintah dinilai harus mengupayakan anggaran negara, sebesar minimal 20 persen, yang diprioritaskan untuk meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas pendidikan Indonesia.

Anggaran pendidikan tersebut krusial lantaran akan berpotensi mendorong pemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah dalam rilis yang diterima oleh Parlementaria, Senin (2/5) lalu.

Shopee Indonesia

Selain itu, demi keterbukaan dan kemudahan akses memperoleh pendidikan dasar, ia pun ingin Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengupayakan semua warga negara mendapat pendidikan, tanpa kecuali.

Shopee Indonesia

“Pemerintah perlu menjalankan amanat UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Pasal tersebut mengamanatkan agar pemerintah memastikan semua warga negara mendapat pendidikan, tanpa kecuali. Pemerintah juga wajib membiayai pendidikan dasar semua warga negara dan menyelenggarakan pendidikan yang dapat membentuk akhlak mulia,” tutur Himmatul.

Semua harapan ini akan terwujud, ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra, apabila pemerintah serius meningkatkan kualitas guru dan dosen. Baginya, kunci penting meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah membenahi kualitas tenaga pendidik.

Berdasarkan informasi terkini yang diterimanya, mayoritas tenaga pendidik belum mencapai kompetensi minimum akibat ekosistem pendidikan yang kurang mendukung, seperti besarnya beban administrasi yang diikuti oleh gaji yang kurang memadai.

Menyadari bahwa kesejahteraan tenaga pendidik berkorelasi dengan kualitas pendidikan, Himmatul mendukung peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidik. Tidak hanya itu saja, dirinya juga meminta agar Pemerintah Indonesia melakukan afirmasi terhadap guru honorer sehingga mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi ASN, baik sebagai PNS maupun PPPK.

“Terwujudnya harapan ini merupakan bentuk penghargaan kepada tenaga pendidik beserta para guru honorer yang selama ini telah mengabdikan diri meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Di sejumlah negara dengan kualitas pendidikan yang baik, (tentu juga memiliki) kesejahteraan tenaga pendidiknya yang baik,” terangnya.

Terakhir, ia berharap pemerintah konsisten memperbaiki secara merata sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia. Dari pengamatannya, sampai saat ini diketahui sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia masih jauh dari ideal. Terbukti, sekitar 45 sampai 60 persen ruang kelas pada semua jenjang pendidikan di Indonesia (SD, SMP, SMA/SMK) mengalami kerusakan (ringan atau sedang), bahkan kondisi daerah terpencil lebih parah.

“Pemerintah perlu memastikan sarana dan prasarana pendidikan yang layak agar peserta didik dapat belajar dengan baik. Bahkan, pemerintah perlu memprioritaskan pencapaian pendidikan karakter berupa akhlak berbasis agama serta budaya dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Hal ini saya yakini menjadi pondasi bagi tegaknya peradaban bangsa,” tutup legislator Daerah Pemilihan DKI Jakarta II itu. (parlementaria)

Blibli.com
Shopee Indonesia