Pendidik Perlu Perkaya Literasi Digital untuk Tangkal Hoaks

Berita Nasional850 Dilihat

Wibowo berharap, para pendidik atau guru bisa ambil bagian dari mitigasi potensi negatif tersebut. “Mari berperan dengan memberikan narasi-narasi yang menyejukkan, adem, dan menenangkan. Narasi yang salah atau menyesatkan harus diluruskan. Khususnya untuk membekali para anak didik atau generasi muda yang literasi digitalnya kurang agar tidak terpengaruh,” jelasnya.

Pentingnya para pendidik untuk mengisi ruang memberikan narasi positif, kata Wibowo, menyejukkan dan meluruskan pemahaman yang bengkok terkait dengan keagamaan mesti segera dilakukan mengingatkan Indonesia tengah menyongsong bonus demografi.

“Indonesia akan diisi usia produktif, khususnya Generasi Z (Gen Z). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Gen Z sekitar 27.94% penduduk di dalam negeri berasal dari generasi kelahiran 1997-2012. Sedang data Kementerian Dalam Negeri jumlah penduduk Gen Z yang berusia 10-24 tahun sebanyak 68.662.815 jiwa hingga 31 Desember 2021,” ungkapnya.

Wibowo menjelaskan, Gen Z memiliki karakteristik unik. Pertama, yang pasti mereka sangat akrab dengan dunia digital sehingga disebut ‘digital natives’. Gen Z tertarik juga membahas isu-isu global, sosial, dan lingkungan.

Tapi di sisi lain, Gen Z cenderung pragmatis dan realistis dalam pendekatan mereka terhadap pendidikan dan karir. “Karakter lainnya, Gen Z sangat terbuka dengan keberagaman dan perbedaan, baik agama, adat istiadat, etnis, ras, adat istiadat, serta budaya,” ucapnya.

Mengutip survei dosen Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, Lisa Esti Puji Hartanti, Wibowo menyampaikan sekitar 52,2% anak muda, Gen Z lemah literasi digital. Mereka tidak terbiasa melakukan verifikasi kebenaran.

“Terlebih literasi digital yang terkait dengan isu-isu keagamaan. Untuk itu, para pendidik mesti dapat memberikan pencerahan dalam hal keagamaan agar mereka tidak tersesat jalan. Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keagamaan di kalangan pendidik, mendorong pendidik menyebarkan konten-konten baik dan sejuk, membangun semangat serta rasa percaya diri untuk berperan aktif dalam berdakwah melalui media digital,” tandasnya. (kemenag)

Blibli.com
Blibli.com