Festival Junjung Pusako Lestarikan Tradisi dan Hidupkan Ekosistem Kebudayaan

Seni Budaya1088 Dilihat

Selanjutnya, penanaman pohon Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Tanjung Gagak yang menjadi simbol keikutsertaan masyarakat Sarolangun untuk ikut menjaga kelestarian sungai Batanghari. Adapun bibit yang ditanam ialah pohon trembesi dan mahoni.

Bachril mengatakan, seluruh kegiatan yang muncul dalam festival ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan adat istiadat serta sejarah peradaban di sepanjang sungai Batanghari. Menurutnya, dengan aktivitas yang menggugah semangat kebudayaan, Festival Junjung Pusako menghadirkan peristiwa ketika setiap individu terhubung lagi dengan sejarah dan warisan tradisi.

Sebagai penutup festival, tampil pertunjukan Merencam, yang menggambarkan tradisi bertanam padi masyarakat Desa Tanjung Gagak. Proses dimulai dari prosesi merencam dan bertanam, dilanjutkan dengan gambaran kegiatan ketika padi telah masak, di mana padi digiling dengan teknologi tradisional yang dinamakan kisa.

Dari kisa, padi yang telah menjadi bulir ditumbuk oleh para Ibu dengan lesung dan antan. Maka seterusnya beras ditampian dengan menggunakan niru, hinggga akhirnya diperoleh beras bersih yang siap ditanak menjadi nasi.

Dalam kesempatan ini, Al Haris bersama Irini dan Bachril Bakrie mempraktikkan merencam benih padi dengan melubangi tanahnya agar dapat ditanami. Turut hadir dalam festival ini pejabat dari dinas setempat, pegiat dan komunitas budaya lokal, serta seribu pelajar dan masyarakat yang antusias menyaksikan festival. (kemdikbud)

Blibli.com
Blibli.com