
PTP Connect diselenggarakan merujuk arahan Sesjen Kemendikdasmen dalam mempercepat transformasi digital melalui pendayagunaan teknologi informasi pada proses pembelajaran. Bukan hanya di sektor formal namun juga meluas hingga ke lingkup organisasi dan masyarakat yang bersifat umum.
“PTP Connect ini sebenarnya bagian dari bagaimana kita mempertemukan JF PTP yang ada agar menjadi jabatan fungsional yang membanggakan sebagaimana jabatan fungsional seperti diplomat, dokter, dan sebagainya. Harapannya, dalam forum perdana ini para JF PTP dapat berdiskusi dalam menghasilkan karya dan inovasi,” ujar Yudhistira.
Ia menambahkkan, Pusdatin Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan pembinaan jabatan fungsional setelah adanya kebijakan PermenpanRB Nomor 1 Tahun 2023.
Untuk itu, dalam forum ini Pusdatin Kemendikdasmen juga memberikan anugerah kepada K/L/Pemda yang telah menerapkan teknologi pembelajaran di instansinya.
Dalam acara ini, sejumlah narasumber dari instansi pengguna juga berbagi pengalaman mereka dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing. Para peserta mendapatkan wawasan berharga mengenai pengembangan teknologi pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.
Narasumber yang dihadirkan merupakan pemangku kepentingan, akademisi dan praktisi Teknologi Pembelajaran dari KemenpanRB, LAN RI, YCIST Sumatera Utara, Universitas Satya Terra Bhinneka, Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM, Kemensetneg, Ditjen GTK Kemendikdasmen, Kemenkeu, BSSN, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jawa Tengah, 1000 Startup.
Tak hanya itu, masalah kebijakan dalam pembinaan jabatan fungsional juga menghadirkan Aba Subagja selaku Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kemenpan RB, DR. Anna Tavis dari New York University dan Dr. Purwanto selaku Praktisi Teknologi Pembelajaran.
PTP Connect 2024 menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk mendorong transformasi digital di bidang pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara PTP dari berbagai instansi, tetapi juga menginspirasi terciptanya solusi-solusi baru yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.(kemdikdasmen)



















