Gelar Karya KPTK 2024: Inovasi Digital dalam Dunia Perikanan dan Kelautan

Berita Nasional4065 Dilihat

MAKASSAR – Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), menyelenggarakan Gelar Karya KPTK 2024 di Gowa pada tanggal 15 s.d 18 Desember 2024.

Kegiatan itu merupakan ajang pemberian penghargaan kepada para guru, kepala SMK, dan pengawas SMK yang menghasilkan karya melalui pelatihan upskilling dan reskilling.

Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto menyampaikan, berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2024 berupa pelaksanaan pelatihan upskilling dan reskilling bagi pendidik dan tenaga pendidikan vokasi, inovasi pembelajaran sebanyak 4 model, dan kerja sama dengan berbagai pihak bidang KPTK.

“Pada tahun ini, target peserta pelatihan upskilling dan reskilling sebanyak 1.127 peserta dan realisasinya melebihi target, yaitu sebanyak 1.236 peserta, terdiri dari 1.007 guru kejuruan bidang KPTK, 229 kepala sekolah dan pengawas,” jelasnya dalam pembacaan laporan kegiatan. Dari jumlah ini, sebanyak 144 orang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Lismanto menjelaskan, realisasi tersebut terdiri dari guru bidang kelautan sebanyak 260 orang, bidang perikanan berjumlah 303 orang, bidang TIK sebanyak 444 orang, guru umum 25 orang, kepala SMK 166 orang, dan pengawas SMK 38 orang.

Peningkatan kompetensi lainnya yang sudah terlaksana, adalah pelatihan Digital Marketing bagi instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebanyak 46 orang.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pendidikan Vokasi, Saryadi menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah berhasil membuat karya melalui pelatihan upskilling dan reskilling yang diselenggarakan oleh BPPMPV KPTK.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh balai KPTK. Kalau berbicara tentang pelatihan guru, outputnya cukup sampai di angka-angka saja, tetapi perlu dilanjutkan dengan implementasi di sekolah masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut pelatihan,”ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelenggara juga harus bisa memastikan bahwa apa yang dipelajari selama pelatihan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Prinsip yang harus ditegaskan yaitu kebermanfaatan. Maka semua upaya yang dilakukan, baik itu oleh kantor pusat maupun oleh balai, orientasinya adalah bekal untuk berkarier di masa depan,” jelas Saryadi dalam sambutannya di Makassar (16/12).

Selain itu, Ia juga berpesan untuk memperkuat kolaborasi secara internal maupun eksternal. “Dinamika dalam perubahan pasti ada, namun jangan sampai memutuskan semangat dan terus perkuat kolaborasi secara internal maupun eksternal. Semoga capaian ini bisa menjadi fondasi untuk bergerak lebih baik di tahun mendatang,” pesannya di akhir sambutan.(SP)

Blibli.com
Blibli.com