Tiga Inisiatif Meningkatkan Pengembangan Anak Usia Dini di Asia Tenggara

Berita Nasional3110 Dilihat

Inisiatif kedua adalah Modul Transisi PAUD ke SD Bagi Orang Tua. Modul ini dirancang untuk membantu  orang tua dalam proses transisi anak dari prasekolah (PAUD) ke sekolah dasar secara lancar.

Modul ini juga menekankan pada bagaimana orang tua membantu kesiapan emosional dan sosial anak, serta dari sisi layanan untuk menghapus tes masuk sekolah yang bertekanan tinggi. Modul ini menggunakan pendekatan yang inklusif dan berfokus pada enam kemampuan dasar, sekaligus menghindari isu-isu sensitif terkait SARA.

Kemudian, inisiatif ketiga adalah Aplikasi Mobile Anaking yakni platform digital inovatif untuk membantu orang tua dalam mengasuh anak usia 0-4 tahun.

Platform ini menyediakan fitur pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, aktivitas stimulasi oleh para ahli, serta sumber daya pengasuhan. Termasuk forum interaktif dan informasi terbaru seputar pelatihan, menciptakan dukungan komprehensif bagi keluarga.

Peluncuran ini dilakukan secara resmi oleh Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, yang menyerahkan luaran-luaran ini secara langsung kepada lembaga negara dan mitra pembangunan terkait yaitu Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Kesehatan, UNESCO, dan UNICEF.

Di tempat yang sama, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, menekankan pentingnya kolaborasi antar negara-negara di Asia Tenggara dan pengembangan kerangka kerja regional yang komprehensif sebagai acuan kebijakan di setiap negara.

“Kita perlu meningkatkan kerja sama regional dan peningkatan kapasitas dengan mendorong inisiatif bersama di bawah naungan SEAMEO CECCEP untuk berbagi praktik terbaik, sumber daya, dan penelitian tentang PAUD HI serta pembentukan  task force regional untuk memberikan pendampingan teknis dan  memantau perkembangan dan implementasi kebijakan PAUD HI,” sambung Eddy.

Eddy berharap kebijakan-kebijakan yang diadopsi oleh negara-negara di Asia Tenggara berfokus kepada pemenuhan beragam kebutuhan dasar anak usia dini seperti menurunkan angka stunting balita sampai di bawah 10% dan meningkatkan partisipasi PAUD hingga 70% pada tahun 2030.

“Dengan mengadopsi kebijakan ini, kita dapat memastikan anak-anak dapat memiliki awal  kehidupan yang berkualitas, yang merupakan landasan bagi keberhasilan pendidikan dan kehidupan produktif di masa depan,” tutup Eddy.

SEAMEO CECCEP dan Tanoto Foundation berharap peluncuran ketiga inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperkuat dukungan pada anak usia dini serta memfasilitasi dialog antara pemangku kepentingan yang pada akhirnya meningkatkan capaian perkembangan anak usia dini sesuai dengan usianya secara signifikan di kawasan Asia Tenggara.(SP)

Blibli.com
Blibli.com