
PADANG PANJANG – Diksar Madrasah Siaga Bencana yang digelar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) bersama Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang, menghasilkan Gugus Madrasah Siaga Bencana (GMSB).
“Alhamdulillah, setelah seharian kita bersama 44 orang guru utusan dari 21 madrasah di Padang Panjang, akhirnya terbentuk kepengurusan Gugus Madrasah Siaga Bencana. Ini langkah baik untuk menyyiapkan madrasah yang tangguh dan siapsiaga dalam segala kemungkinan kebencanaan,” demikian sebut Deny Saputra, Wakil Ketua II RAPI Padang Panjang kepada awak media ini seusai kegiatan, Selasa (10/6/2025).
Menurut pemegang callsign JZ03FK itu, dengan terbentuknya GMSB bersama sejumlah pengurus yang disusun di akhir kegiatan, langkah awal untuk menyiapkan madrasah yang siap siaga dengan ragam bencana akan mudah difollow-up.
“Tinggal kita lanjutkan dengan pengadaan peralatan komunikasi di masing-masing madrasah yang akan dipegang oleh person in charge yang hari ini telah berkomitmen dengan GMSB,” imbuh Deny yang sehari-hari bekerja sebagai aparatul sipil negara (ASN) Kominfo setempat.
Berikut adalah kepengurusan Gugus Madrasah Siaga Bencana (GMSB) Kota Padang Panjang periode 2025-2030 dengan Ketua terpilih Budi Sufriadi, dibantu satu orang Wakil Ketua, Iswadi Idris.
Sementara di bidang kesekretariatan, diamanahkan kepada Sekretaris, Yusvida Rahmi didampingi Wakil Sekretaris Azma Ulya serta Bendahara Rahmat Natsir.
Untuk bidang diklat, diipercayakan kepada Prayogi Mulia sebagai koordinator, sementara Tim Reaksi Cepat dipercayakan kepada Muhammad Varel Deka Ramadhan, dan bidang Bansos – Kesehatan dipegang oleh Afrialdi.
GMSB Perlu Penguatan
Secara terpisah, narasumber dalam kegiatan tersebut, Nova Indra, kepada awak media ini menyampaikan, animo madrasah terkait perlunya program madrasah siaga bencana telah ditunjukkan oleh madrasah yang ada di Padang Panjang. Hal itu perlu diapresiasi leading sector terkait, dan program harus dilanjutkan secara terukur.
“Kita ingin para pendidik di lingkungan madrasah ini menjadi corong informasi kesiapsiagaan terhadap bencana yang terus mengintai. Tidak rugi bila masing-masing madrasah menyiapkan peralatan komunikasi radio dua arah untuk masing-masing PIC yang telah dilatih,” sebut Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang berbasis di Kota Malang itu.
Dikatakan Nova, program yang dilakukan oleh RAPI Padang Panjang juga perlu dicontoh oleh RAPI di wilayah lain di tanah air.
“Ini pantas di tiru oleh RAPI wilayah dan daerah lainnya. Kita yakin, Indonesia butuh elemen-elemen warga yang berpikir untuk menyeberluaskan kewaspadaan terhadap bencana. Dan jangan berhenti sampai di kegiatan-kegiatan seremonial saja,” pimpinan lembaga Sekolah Indonesia Menulis itu. (*)



















