Silek Tradisi Masuk Sekolah Resmi Diluncurkan, SMAN 2 Padang Panjang Gandeng Sejumlah Pelatih

Seni Budaya7167 Dilihat

PADANG PANJANG – Bertempat di komplek SMA Negeri 2 Padang Panjang, launcing program Silek Tradisi Minangkabau Masuk Sekolah sukses digelar, Sabtu (24/1/2026).

Dihadiri seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di sekolah tersebut bersama siswa Kelas X SMAN 2 Padang Panjang, prosesi serentak peluncuran program yang ditaja Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat itu, ikut dihadiri sejumlah pihak.

“Hari ini, menjadi momen penting bagi kita semua. Secara serentak program Silek Tradisi Minangkabau Masuk Sekolah se-Sumatra Barat kita ikuti bersama sekolah lainnya di tempat masing-masing. Ini merupakan langkah awal untuk mengembalikan silek tradisi sebagai budaya asli Minangkabau. Budaya asli yang harus kita lestarikan,” demikian ujar Dra. Yurnilis, kepala SMAN 2 Padang Panjang dalam sambutannya di hadapan siswa, guru dan sejumlah pemangku kepentingan yang turut hadir.

Disebutkan Yurnilis, program yang merupakan kebijakan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar itu, menjadi ekstrakurikuler wajib bagi siswa kelas X di SMA/SMK/SLB baik negeri maupun swasta.

“Dan saat ini, kita di SMAN 2 Padang Panjang, telah bermitra dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Padang Panjang dalam bentuk rekomendasi pelatih silat yang turut hadir pada kesempatan ini,” sambung Yurnilis.

Pimpinan SMAN 2 Padang Panjang, majelis guru, dan tim pelatih bersama undangan peluncuran program. (Dok Humas SMAN 2 Padang Panjang)

Sementara itu, Pengawas SMA/SMK Kota Padang Panjang, Rini Lesmana, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, pembelajaran silek tradisi sangat berbeda dengan sistem beladiri lainnya.

“Silek adalah milik kita di Minangkabau, dan budaya ini harus kita dalami. Sasaran pembelajaran silek tradisi ini sangat selaras dengan tujuan pendidikan dalam pembentukan karakter generasi muda,” jelasnya.

Di lain pihak, Nova Indra yang mewakili IPSI Padang Panjang menyampaikan, pendidikan karakter dalam silek tradisi adalah membentuk jiwa besar setiap generasi.

“Tidak ada pebelajar silek yang suka berkelahi. Pebelajar silek selalu mampu mengendalikan diri dalam berbagai kondisi,” sebutnya.

Siswa SMAN 2 Padang Panjang dalam peragaan keterampilan silek tradisi. (Dok Humas SMAN 2 Padang Panjang)

Ia juga menyampaikan, banyak filosofi silek yang harus dipahami dan kembali dibumikan untuk generasi secara turun-temurun.

“Dan sebagai bahan, kita sudah siapkan buku tentang filosofi silat berjudul Membangun Kecerdasan Spiritual; Implementasi Filosofis Beladiri Minangkabau,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah tim pelatih pada program tersebut mengamini upaya pelestarian silek tradisi di sekolah se-Sumbar.

“Kita akan turun untuk bersama-sama memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga untuk kelangsungan program ini,” ujar Batlimus, Marde Putra dan Edi Fiandri secara serentak.

Tim Silat SMAN 2 Padang Panjang foto bersama dengan pimpinan sekolah an tim pelatih serta undangan peluncuran. (Dok Humas SMAN 2 Padang Panjang)

Tim pelatih yang turut hadir itu, berasal dari beragam latar belakang aliran dan perguruan silat. Batlimus diketahui berasal dari Silek Tuo Gunuang. Sementara Marde Putra dari Ampu Silang, dan Edi Fiandri dari Silek Langkah Sambilan.

Sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Sumbar, kegiatan latihan perdana akan dimulai pada Jumat depan. Tim pelatih yang telah ditunjuk akan menggawangi keberlanjutan program tersebut. (*)

Blibli.com
Blibli.com