Madrasah Ramadhan: Saat Tauhid Menuntun Akal dan Kedermawanan Warga Muhammadiyah

Berita Daerah686 Dilihat

PAYAKUMBUH – Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan yang berulang, melainkan sebuah “madrasah” bagi setiap insan untuk mengasah ketauhidan sekaligus intelektualitas. Dalam menempuh “madrasah” ini, terdapat tiga hal penting  yang menjadi arah pembinaan spiritual dan intelektual bagi warga persyarikatan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, Dr. H. Irwandi Nashir, dalam tausiyah Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Payakumbuh Utara di markas Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tarok, Selasa (10/2/2026).

Dalam uraiannya, Dr. Irwandi Nashir membedah tiga pilar utama yang diasah dalam madrasah Ramadhan itu,yaitu: Pertama, penguatan tauhid sebagai upaya memerdekakan diri dari belenggu hawa. Secara psikologis, manusia kerap terjebak dalam dikotomi antara syahwat dan hawa.

Dijelaskannya, syahwat pada dasarnya adalah dorongan alami yang bersifat netral. “Namun, ketika ia berkelindan dengan hawa—kecenderungan pada keburukan—manusia justru kehilangan kemerdekaannya,” jelasnya.

Merujuk pada Surah Al-Furqan ayat 43, Irwandi Nashir menjelaskan bentuk penyimpangan yang dilakukan manusia dengan menjadikan hawa pada dirinya  sebagai ‘tuhan’.

“Di sinilah puasa hadir sebagai terapi eksistensial untuk memutus rantai tersebut. Pengendalian hawa nafsu hanya mungkin dilakukan jika manusia memiliki kesadaran akan kebesaran Tuhannya, sebagaimana termaktub dalam Surah An-Naziat ayat 40-41, yang menjanjikan surga bagi mereka yang mampu menundukkan egonya,” ungkapnya.

Pilar kedua dalam madrasah Ramadhan, lanjut Ustadz. Irwandi Nashir,adalah mengawal tajdid melalui literasi hisab dan akurasi ibadah. Dikatannya, sebagai gerakan pembaruan, Muhammadiyah menekankan pentingnya beragama berbasis ilmu pengetahuan demi mencapai kepastian hukum (qath’i).

“Penggunaan metode hisab dalam menentukan awal bulan Kamariah bukan sekadar pilihan teknis, melainkan bentuk ketaatan terhadap mandat ilmiah Al-Quran, ” ungkap dosen Universitas Islam Negeri Bukittinggi itu.

Sesuai Surah Yunus ayat 5, terangnya, penciptaan matahari dan bulan bertujuan agar manusia mengetahui bilangan tahun dan perhitungan.

“Jika pada masa awal Islam metode rukyat digunakan karena keterbatasan literasi numerik umat, maka pemanfaatan sains astronomi saat ini merupakan bentuk ketaatan yang lebih akurat, ” jelas Irwandi Nashir.

Dikemukakannya, tajdid ini pun meluas pada penggalian hikmah puasa secara multidisiplin, mulai dari aspek kesehatan hingga sosiologi.

Pilar ketiga, ungkapnya  adalah menyuburkan filantropi Islam untuk menciptakan kesalehan yang berdampak sosial.

Ramadhan, lanjutnya, mesti dipandang sebagai momentum emas untuk menggerakkan mesin kedermawanan melalui tiga instrumen strategis: Pertama, Zakat: Sebagai instrumen wajib untuk mensucikan harta sekaligus memberdayakan delapan golongan penerima (asnaf).

Kedua, Infak dan Sedekah: Manifestasi syukur yang berfungsi melunakkan jiwa serta mempererat ikatan sosial. Ketiga, Wakaf Produktif: Mendorong transformasi aset menjadi dana abadi di sektor pendidikan dan kesehatan demi kemandirian bangsa yang berkelanjutan.

Melalui ketiga pilar tersebut, Ramadhan diharapkan mampu melahirkan pribadi yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga tercerahkan secara nalar dan bermanfaat secara sosial.

“Ini adalah sebuah transisi kualitas jiwa, yakni dari pribadi yang diperbudak keinginan menjadi hamba yang merdeka sepenuhnya di bawah naungan aturan Ilahi, “terangnya.

Acara Tarhib Ramadhan ini juga diisi dengan materi Arahan tentang Organisasi dan Ideologi Muhammadiyah yang disampaikan sesepuh Muhammadiyah Sumatera Barat, Drs. H. Ashril Samsu.

Turut hadir pada acara itu Walikota Payakumbuh yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, dan jajaran, Camat Payakumbuh Utara, Ronal, Lurah Taratak Tigo Kampuang, Payakumbuh Utara, Ulil Amri, Ketua PCM Payakumbuh Utara, Drs.H.Ruswan Atra, ketua PRM Tarok, H. Armen Faidal, serta tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan Pimpinan Ranting Tarok. (IN)

Blibli.com
Blibli.com