
PADANG PANJANG – Lanjutkan rangkaian kegiatan Seabad Gempa Sianok Sumani, sejumlah inisiator persiapkan Tour de Sesar Sumatra.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah selesaikan titik jalur Geo-Tracking Sesar Sumatra bersama Alpha Rescue, Patahan Sumatra Institute, dan didukung penuh oleh BMKG Kelas I Padang Panjang,” demikian disampaikan Dr. Osronita. Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan Universitas Tamansiswa Padang kepada awak Warta Pendidikan, Sabtu (20/6/2026).
Disebutkan Osronita, penyelesaian jalur Geo-Tracking tersebut, difasilitasi oleh Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, ST. MT.
“Dengan backup penuh dari BMKG yang juga merupakan inisiator rangkaian kegiatan Kelas I Padang Panjang ini, apa yang menjadi target kita sejak awal telah tercapai. Tujuh belas titik yang ada dalam pemetaan awal, segera kita susur di hari berikutnya,” ujar Osronita.
Sementara itu, Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang Suaidi Ahadi pada kesempatan yang sama menyampaikan, jalur Geo-Tracking Patahan Sumatra tersebut, akan dikemas dalam kegiatan Tour de Sumatra pada tanggal 27 dan 28 Juni mendatang.
“Kita akan gelar Tour de Sesar Sumatra pada tanggal 27 dan 28 Juni mendatang. Bersama sejumlah mitra kegiatan seperti IOF Sumbar, American Jimmy Sumbar, serta para pegiat lainnya, besok (Minggu) akan menyusuri jalur ini terlebih dahulu,” papar sosok yang juga Vice President Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) itu.
Untuk pelaksanaan kegiatan Tour de Sesar Sumatra itu, sambung Suaidi, akan diikuti secara terbuka oleh semua lapisan masyarakat. Jalurnya akan mengambil start dari Ngarai Sianok Bukittinggi, melewati Kecamatan X Koto, Batipuh, dan Rambatan Kabupaten Tanah Datar.
“Kita buka pendaftaran mulai hari Senin (22/6/2026). Ada tim yang mengerjakan ini. Kita akan gunakan mobil jenis jeep dari rekan-rekan mitra,” imbuhnya.
Secara terpisah, Direktur Patahan Sumatra Institute Ir. Ade Edward mengatakan, iven Tour de Sesar Sumatra akan menjadi gelaran rutin dalam rangka eduwisata khususnya untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam mengenali Patahan Besar Sumatra.
“Kita sebut dengan tagline Living in Harmony in the Heart of the Great Sumatran Fault. Kita semua harus memahami, Patahan Sumatra adalah bagian dari kehidupan kita di daerah ini. Kita bersisian selamanya, dan kewaspadaan bukan berarti melahirkan ketakutan,” sebut mantan Kapusdalops PB Sumbar itu. (NI)



















