Semarak Bulan Mitigasi, Alpha Rescue dan PWI Gandeng KTPI Gelar Baksos Totok Punggung

Berita Daerah345 Dilihat

PADANG PANJANG – Rangkaian kegiatan refleksi Satu Abad Gempa Sumani-Sianok 1926 yang digelar oleh berbagai elemen inisiator terus bergulir. Salah satunya adalah bakti sosial totok punggung gratis untuk masyarakat.

Disampaikan Nova Indra dari lembaga Alpha Rescue sebagai salah satu inisiator rangkaian program tersebut, kegiatan Bakti Sosial Totok Punggung Gratis untuk masyarakat, dikerjasamakan dengan Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) Padang Panjang.

“Alhamdulillah, kegiatan bakti sosial totok punggung ini kita gelar bersama KTPI Padang Panjang, dan dibackup oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang,” sebut Nova kepada awak media ini, Jumat (19/6/2026) melalui sambungan telepon.

Dilanjutkan penulis buku Langkah Strategis Mitigasi Bencana Padang Panjang itu, dukungan dari PWI Padang Panjang telah final dibicarakan.

“Kita sudah bicarakan dengan PWI Padang Panjang, dan rekan-rekan dari organisasi profesi jurnalis tersebut telah menyatakan dukungan untuk penyelenggaraan kegiatan. Sebagai bentuk dukungan dari PWI, kegiatan bakti sosial ini akan digelar di depan kantor PWI setempat, di komplek Gedung M. Syafei pada tanggal 28 Juni nanti mulai dari pukul 07.30 pagi,” papar Nova.

Sementara itu, Ketua KTPI Padang Panjang Firdaus Mawardi saaT dikonfirmasi oleh Warta Pendidikan, menyampaikan bahwa kegiatan baksos Totok Punggung pada waktu yang telah disepakati, akan menghadirkan sejumlah terapis dari KTPI Padang Panjang.

“Kita dari KTPI Padang Panjang mengapresiasi rekan-rekan Alpha Rescue dan PWI Padang Panjang yang menginisiasi kegiatan ini, Termasuk kepada seluruh lembaga inisiator,” sebut pensiunan guru yang juga mantan aktivis kepemudaan itu.

Dijelaskan Ferry, sapaan akrab Firdaus, totok punggung adalah salah satu motode pengobatan tradisional yang dapat membantu penanganan dan antisipasi awal pada masalah-masalah kesehatan.

“Totok punggung sebagai salah satu metode pengobatan tradisional, telah banyak membantu masyarakat dalam penanganan masalah-masalah kesehatan. Dan kita di KTPI, punya target program satu rumah satu orang aktivis totok punggung,” paparnya.

Semoga, sambung Ferry, sebagai bagian dari kegiatan yang masuk dalam rangkaian peringatan Satu Abad Gempa Sumani-Sianok 1926, turut membantu program kesehatan masyarakat sebagai salah satu langkah mitigasi.

Diketahui, rangkaian kegiatan refleksi Satu Abad Gempa Sumani-Sianok 1926, merupakan inisiasi dari berbagai lembaga yang telah bergulir sejak tahun lalu.

Ragam kegiatan yang telah dilaksanakan berupa program edukasi dalam rangka membangun kesadaran bencana dalam mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Sejumlah inisiator tersebut antara lain BMKG, HAGI, IAGI, Alpha Rescue, Patahan Sumatra Institute, Universitas Tamansiswa Padang, dan PMI Sumbar. Selain itu, beberapa lembaga dan organisasi lainnya secara lokal, turut pula hadir sebagai penyelenggara kegiatan yang diusung lembaga inisiator. (*)

Blibli.com
Blibli.com