SMAN 2 Padang Panjang Gelar Sosialisasi SPAB, Siap Jadi Sekolah Siaga Bencana

Berita Daerah1540 Dilihat

PADANG PANJANG – Implementasikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), SMA Negeri 2 Padang Panjang mulai tahapan menuju Sekolah Siaga Bencana. Tahapan tersebut diawali dengan memberikan sosialisasi pada semua guru dan tenaga kependidikan melalui Diksar SPAB.

“Alhamdulillah, tahapan pertama menuju Sekolah Siaga Bencana (SSB), hari ini kita mulai dengan Diksar SPAB. Semua guru di lingkungan SMAN 2 Padang Panjang mendapatkan pencerahan terkait dengan penanganan bencana,” demikian disampaikan Dra. Yurnilis sesaat menjelang pembukaan kegiatan Diksar, Rabu (15/7/2026).

Disebutkan Yurnilis, kegiatan dan tahapan menuju SSB yang nantinya akan dilaunching secara resmi itu, dikerjasamakan dengan mitra dari lembaga alpha Rescue.

“Jadi, realisasi program ini kita kerjasamakan dengan lembaga alpha Rescue,” sebutnya.

Pada saat pembukaan kegiatan, Yurnilis menyampaikan, “Salah satu program tahun ini, kita di SMA Negeri 2 Padang Panjang, ingin menjadi pionir Sekolah Siaga Bencana.  Untuk program ini, kita tidak mengada-ada, ada Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 yang mengatur program ini.”

Dilanjutkannya, potensi bencana sangat besar di Sumatra Barat. “Kita telah mengalami beberapa kali bencana di sekitar kita. bahkan di lingkungan kita sendiri. Padahal, sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik kita. Dan SSB adalah jawaban dari semua itu,” tegasnya.

Menurut tokoh pendidik itu lagi, “Menjadi kewajiban kita semua untuk membangun budaya sadar bencana. Kesiapsiagaan bukan hanya tindakan ketika bencana terjadi, tapi juga kesiaipsiagaan dan langkah mitigasi yang kita rencanakan dalam upaya meperkecil risiko.”

Sementara itu, Direktur Alpha Rescue, Nova Indra pada kesempatan yang sama menyampaikan, program SSB di setiap sekolah, akan melalui beberapa tahapan sampai benar-benar siap menjadi satuan pendidikan aman bencana.

“Ada beberapa tahapan. Salah satunya adalah sosialisasi program SSB di kalangan guru dan tenaga kependidikan seperti yang digelar hari ini,” sebut sosok pegiat kebencanaan itu.

Disebutkan Nova, selain sosialisasi, masing-masing sekolah juga akan menyusun kajian risiko bencana (KRB) dan Rencana Kontijensi.

“Dan saat ini, di SMA Negeri 2 Padang Panjang sudah terbentuk fasilitator yang langsung dipimpin oleh Kepala Sekolah. Tim Fasilitator atau person in charge (PIC) ini nantinya akan di-SK-kan oleh kepala sekolah,” jelas pemilik callsign 91KMAQP itu.

Berikutnya, sambung penulis buku Langkah Strategis Mitigasi Bencana Kota Padang Panjang tersebut, di kalangan siswa, nantinya juga akan disiapkan tim Siswa Siaga Bencana. “Kelompok ini akan dilatih khusus untuk menjadi backup ketika keadaan darurat,” imbuhnya.

Setelah semua persiapan dilakukan, beserta kelengkapan peralatan, program SSB ini akan segera diluncurkan secara resmi.

“Kita sedang siapkan semuanya untuk itu,” pungkas Nova. (*)

Blibli.com
Blibli.com