
BANDUNG BARAT – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Calon Fasilitator Daerah.
Kegiatan itu digelar dalam rangka pendampingan satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik Tahun 2026.
Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan, calon fasilitator daerah memiliki peran penting dalam memastikan implementasi BOSP Kinerja Tahun 2026 berjalan tepat sasaran, akuntabel, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Jawa Barat.
“Implementasi BOSP tidak lagi semata-mata untuk menjamin akses pendidikan. Hal itu sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 8 Tahun 2026 yang berharap BOSP dapat menjadi instrumen pendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” ungkap Fajar Rabu (22/72026).
Wamen Fajar menuturkan distribusi penerima BOSP Kinerja Tahun 2026 telah mencerminkan pendekatan berbasis kinerja.
Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan dana BOSP tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kepemimpinan kepala sekolah, transparansi pengelolaan keuangan, serta partisipasi aktif masyarakat melalui komite sekolah.
“Kami berharap implementasi BOSP Kinerja Tahun 2026 mampu meningkatkan jumlah sekolah berkinerja tinggi di Jawa Barat. Dan juga semoga semakin banyak satuan pendidikan yang memenuhi kriteria penerima BOSP Kinerja pada tahun-tahun mendatang sehingga dampak BOSP Kinerja dirasakan lebih luas dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan,” ujar Fajar.
Sementara itu, Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, mengatakan bahwa satuan pendidikan penerima BOSP Kinerja merupakan sekolah yang menunjukkan capaian dan peningkatan mutu berdasarkan Profil Pendidikan serta hasil Asesmen Nasional. Program ini mencakup BOSP Kinerja untuk pendidikan dasar dan menengah, BOSP PAUD Kinerja, serta BOSP Kesetaraan Kinerja.
“Pemanfaatan dana BOSP Kinerja Tahun 2026 kami fokuskan pada sisi penguatan literasi dan numerasi, penguatan implementasi digitalisasi pembelajaran, serta penguatan tata kelola satuan pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI),” terang Komalasari.
Melalui tiga fokus tersebut, sambungnya, pihaknya berharap BOSP Kinerja mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Komalasari menyebut bahwa capaian SPM pendidikan di Jawa Barat mengalami peningkatan pada periode 2023 hingga 2024.
Bimtek ini berlangsung mulai tanggal 22 hingga 24 Juli 2026 di BBPMP Provinsi Jawa Barat. Peserta Bimtek terdiri atas pegawai BBPMP Provinsi Jawa Barat serta perwakilan dari enam Dinas Pendidikan kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Ciamis, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.
Melalui Bimtek ini, para calon fasilitator daerah dipersiapkan agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan, substansi program, strategi fasilitasi, serta mekanisme implementasi BOSP Kinerja Tahun 2026. (SP)



















