
JAKARTA – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin besok di DKI Jakarta. Kebijakan ini diambil menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah tersebut.
Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengatakan, PJJ diterapkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
Menurut Nahdiana, proses belajar tetap berlangsung dari rumah dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” kata Nahdiana di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Untuk memastikan itu, Dinas Pendidikan DKI berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan. Pendampingan dan pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kendala selama proses pembelajaran.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta memantau perkembangan kondisi udara dan informasi resmi mengenai sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
“Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi,” ucap Nahdiana.(*)



















