Salahkah Aku Mencintai Pangeran Diponegoro? Sebuah Effort Mendamaikan Epistemologi Bayyani dan ‘Irfani

Berita Opini199 Dilihat

Menemukan Clue Untuk Bersikap

Saya memiliki kemampuan berbaik sangka pada segala amaliyah kaum tradisional NU, walaupun saya bukan NU. Itu yang secara akademik membuat saya terus belajar tentang mereka. Tentang fiqih Syafii yang menjadi madzhab pilihan mereka. Tentang Asy’ariyah yang menjadi cara mereka beraqidah. Tentang Ghazali dan Junaidi yang menjadi khas pengisi ruang batin mereka.

Saya bukan pengamal maulidan dalam keseharian. Melainkan hanya nyaman mengetahui kitab mereka,  seperti Diba’i, Simtuduuror, Raatibul Haddad, Barzanji, dst.

Nada Miring Kaum Puritan Pada Dunia Sufistik

Dunia sufi adalah perkara yang dijauhi oleh komunitas puritan, seperti Muhammadiyah dan salafi. Tak ada maaf bagi kader Muhammadiyah yang membicarakan dunia sufi di WAG Muhammadiyah. Tiada maaf bagi kader Muhammadiyah yang memiliki buku Imam Ghazali, Syekh Abdul Qadir Jailani dst. Tetapi saya melihat satu perspektif yang membuat saya open minded. Yaitu Perspektif historis dalam Historiografi Islam.

Profesor Dr. Sartono Kartodirjo asal Wonogiri Jawa Tengah, S1 di universitas Indonesia. Disertasi doktoralnya di Belanda tahun 60an, adalah salah satu yang menginspirasi saya pribadi. Yang ia teliti adalah sejarah perjuangan followers Tarekat Naqsabandiyah dan Qadiriyah di Banten 1888 M melawan VOC. Kalah atau menang, tidak saya pedulikan.

Yang membuat dunia kagum, mereka adalah penganut tarekat. Sedangkan tarekat itu terkelompokkan sebagai subjek yang menjauhi keduniawian. Hidup mereka untuk hati bersih menghadapi takdir Allah. Dan yang mereka hadapi adalah, kaum Kristen VOC Batavia.

Jihadnya followers Tarekat Naqsabandiyah dan Qadiriyah abad 19 ini membuat saya mencatat. Mereka meninggal dunia sebagai mujahidin. Bumi Banten terbuat dari semangat jihad mereka, abad 19. lalu saya membuat catatan kritis. Mereka bukan public enemy. Mereka adalah publik BESTie bagi NKRI. Jika mereka bukan public enemy, tak sepantasnya saya nyinyir pada apa yang menjadi preferensi mereka. Dan saya tidak harus menjadi followers Tarekat Naqsabandiyah dan Qadiriyah seperti mereka. Terpenting, saya mengapresiasi keringat jihad mereka. Aamiin.

Diponegoro bagi Alam Bawah Sadar Saya , The Best

Saya bernasab sampai Hamengkubuwono 2. Pangeran Diponegoro berasal dari inner circlenya Kraton Mataram Islam Jogja. Sisi inilah yang mengglorifikasi saya untuk memilih apresiasi pada dunia esoterisme Islam: tasawuf.

Pilihan jihad Pangeran Diponegoro, berasal dari domain jurisprudensi Islam, fiqih. Fiqih Siyasah, Fiqih Jihad. Ia muslim dan VOC kafir. Semangat jihad dia berakar dari bait-bait Kitab Burdah. Tentu ditimba dari mata air esoterisme Islam, dunia sufistik.

Yang membuat saya kagum, berdasarkan tutur Ustadz Salim A Fillah, Perang Jawa membuat Den Haag Belanda dan VOC Batavia bangkrut . Karena semakin dilanjutkan perang, banyak Kumpeni meninggal dunia. Keuangan menipis.

Akhirnya pasukan Belanda yang menjajah tanah Belgium dipulangkan. Artinya, Belgia merdeka di abad 19, berkah dari Perang Jawa yang dipimpin Diponegoro 1825 sampai 1830 , di abad 19 Masehi. (*)

Penulis: Wawan Rongkop

Blibli.com
Blibli.com