Pertukaran Guru IKTE 2025, Komitmen Tingkatkan Kompetensi

Berita Nasional4698 Dilihat

JAKARTA – Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) resmi membuka Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea (Indonesia-Korea Teacher Exchange/IKTE) 2025.

Program itu merupakan langkah strategis Kemendikdasmen dalam meningkatkan kompetensi global guru Indonesia, sejalan dengan visi memperkuat pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kerja sama antara Kementerian Pendidikan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Republik Korea, yang sudah terjalin sejak 2013 melalui Asia Pacific Centre of Education for International Understanding (APCEIU) di bawah naungan UNESCO, kini memasuki tahun yang ke-12.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPK), Nunuk Suryani, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen Kemendikdasmen untuk memperkuat kompetensi guru Indonesia di tingkat global.

Program IKTE 2025 juga bertujuan untuk mendorong para guru menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Melalui program IKTE 2025, kami ingin memberikan kesempatan bagi para guru untuk mempelajari sistem pendidikan di negara lain, membangun keterampilan komunikasi antarbudaya dalam mengajar, serta berbagi pengetahuan dan keterampilan pedagogis dengan guru-guru setempat. Kami juga berharap, ini akan memperkuat jaringan kerja pendidikan di kawasan Asia-Pasifik,” ungkap Nunuk, dalam sambutannya pada Webinar Sosialisasi Program IKTE 2025, Sabtu (1/3/2025) lalu.

Nunuk mengingatkan, para guru yang terpilih untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Selain itu, mereka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik yang mereka peroleh selama program IKTE, tidak hanya kepada rekan guru di sekolah mereka, tetapi juga kepada komunitas guru di daerah lain.

Pendaftaran Program IKTE 2025 telah dibuka sejak 17 Februari 2025 dan akan ditutup pada 18 Maret 2025. Program ini terbuka bagi guru-guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK non-kejuruan yang berada di 19 provinsi/kabupaten/kota sasaran.

Beberapa provinsi yang menjadi sasaran antara lain: Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Aceh, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, Papua Barat, dan wilayah Papua lainnya.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap para guru Indonesia dapat lebih terhubung dengan kolega dari berbagai negara, memperluas wawasan mereka, serta memperkuat kerjasama internasional dalam dunia pendidikan.

Dengan demikian, Program IKTE 2025 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui para pendidiknya.(infopublik)

Blibli.com
Blibli.com