Melalui Seni Azzam Gemakan Solidaritas Palestina

Berita Daerah2602 Dilihat

PADANGPANJANG – Ribuan warga memadati Lapangan Chatib Sulaiman Bancalaweh dalam Aksi Bela Palestina dan Konser Amal pada Minggu (23/11/ 2025) meski angin kencang dan hujan deras sempat mengguyur jalannya acara.

Di tengah suasana haru tersebut, murid berbakat dari SD Islam Al-Ma’arif Padangpanjang, Muhammad Al ‘Azzamul Khaer, tampil memukau bersama rekan-rekannya, yaitu Majda Mu’natuddin Assyahidah, Habibi Abyan Ahmad, Karyn Fatiya Yusdar, Muhammad Hafiids Hidayatullah, Safira Ulya, dan Aufa Khaira. Mereka membawakan lagu “Jangan Bersedih Palestina” dalam dua bahasa—Indonesia dan Arab—yang membuat ribuan peserta larut dalam keheningan penuh empati. Lagu yang ia lantunkan, berpadu dengan kibaran bendera Palestina dan Merah Putih yang basah, menjadi simbol kuat solidaritas masyarakat kota serambi Mekah kecil ini.

Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni serta drama musikal dari berbagai sekolah, dilanjutkan konser religi oleh penyanyi Opick yang menyuguhkan deretan lagu-lagu populernya, mulai dari Assalamualaikum hingga Indahnya Ramadhan.

Dalam sesi lelang komitmen donasi yang dipimpinnya, berbagai kategori sumbangan mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 ribu berhasil terjual, lengkap dengan hadiah pigura Al-Aqsha, maket, sajadah, topi, dan syal Palestina. Total donasi yang terkumpul hingga akhir acara mencapai Rp310 juta, berasal dari masyarakat umum, komunitas, hingga pelajar.

Usai konser, Opick menyampaikan apresiasi mendalam terhadap penampilan para pelajar. “Azzam dan semua adik-adik pelajar di Padangpanjang telah menunjukkan sesuatu yang luar biasa hari ini. Kalian bukan hanya tampil di panggung, tetapi membawa pesan cinta, doa, dan solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya dengan nada haru.

Pengamat pendidikan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Irwandi Nashir, turut menilai keterlibatan pelajar dalam aksi kemanusiaan ini sebagai proses pendidikan karakter yang sangat penting.

Ia menyebut, pengalaman langsung seperti ini tidak hanya menanamkan empati, tetapi juga membentuk kesadaran global sejak dini.

“Anak-anak belajar bahwa kepedulian bukan sekadar teori, tetapi tindakan nyata. Generasi yang tumbuh dengan nilai solidaritas akan menjadi generasi yang peka dan tidak apatis terhadap isu dunia,” ungkapnya.

Aksi ini tidak hanya mengalirkan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan pelajaran berharga bagi generasi muda Padangpanjang: bahwa suara kecil sekalipun dapat menggema jauh sebagai wujud kepedulian untuk kemanusiaan.(IN)

Blibli.com
Blibli.com