“Marandang Basamo” di MTsM Alamanda, Upaya Penguatan Literasi Budaya dan Karakter Siswa

Berita Daerah634 Dilihat

KINALI – MTsS Muhammadiyah Alamanda, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Islamic Centre Muhammadiyah Kinali, gelar kegiatan kokurikuler bertajuk Marandang Basamo.

Kegiatan itu sebagai bagian dari program penguatan literasi budaya dan pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX, dan dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan pemberian materi, praktik, serta refleksi pembelajaran yang terstruktur.

Marandang Basamo ini diawali dengan pemberian materi tentang budaya rendang pada Senin, 9 Februari 2026, yang disampaikan oleh Sumariadi, S.Si selaku narasumber.

Dalam pemaparannya ia menjelaskan, rendang bukan sekadar makanan tradisional, tetapi merupakan simbol filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau yang mengandung nilai kesabaran, ketekunan, kerja sama, dan penghormatan terhadap tradisi. Peserta didik diberikan pemahaman tentang sejarah rendang, makna budaya yang terkandung di dalamnya, serta pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan warisan budaya daerah.

Selanjutnya, pada Selasa, 10 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung memasak rendang secara berkelompok di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual yang mengintegrasikan pengetahuan budaya dengan keterampilan kolaborasi, tanggung jawab, komunikasi, serta kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.

Koordinator kegiatan kokurikuler Zeli Utari, S.Pd menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

“Kegiatan Marandang Basamo ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta didik tentang budaya Minangkabau, tetapi juga membentuk karakter positif seperti kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian. Kami berharap, dengan dukungan dan kerja sama dari fasilitator yang telah ditunjuk, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang berharga serta membekas dalam diri peserta didik,” ungkap Zeli Utari.

Sementara itu Kepala MTsS Muhammadiyah Alamanda, Mira Suharti, S.H.I, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan kokurikuler tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis karakter dan budaya.

“Kegiatan kokurikuler seperti Marandang Basamo merupakan implementasi nyata dari pendidikan yang holistik, yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, kecintaan terhadap budaya, serta pembentukan identitas peserta didik sebagai generasi penerus yang berakhlak dan berbudaya. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan sebagai program unggulan madrasah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan Marandang Basamo dilaksanakan dengan melibatkan fasilitator yang telah dipilih secara khusus untuk mendampingi peserta didik selama proses pembelajaran. Peserta didik menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemberian materi, praktik memasak, hingga refleksi pembelajaran.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, MTsS Muhammadiyah Alamanda menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang kontekstual, berorientasi pada penguatan karakter, serta berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa dan nilai-nilai keislaman.(*)

Blibli.com
Blibli.com