Relokasi Sekolah di Sumatra, SPAB Jadi Payung Penanganan Bencana di Satuan Pendidikan

Berita Nasional10582 Dilihat

TANGERANG SELATAN – Langkah pemulihan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra terus diperkuat Kemendikdasmen.

Perwakilan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Jamjam Muzaki, menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh daerah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah memasuki fase transisi darurat pemulihan. Penanggulangan bencana di sektor pendidikan terbagi dalam tiga fase, yakni siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi pemulihan.

“Aceh Tamiang, misalnya, baru saja menyelesaikan masa tanggap darurat pada 24 Februari kemarin dan kini dilanjutkan dengan proses transisi selama tiga bulan ke depan,” jelasnya beberapa hari lalu.

Dalam tinjauannya, Jamjam mengelaborasikan dampak bencana ke dalam tiga aspek, yaitu kerusakan sarana prasarana, terputusnya akses ke satuan pendidikan, serta dampak sosial bagi warga sekolah. Banjir dan longsor yang terjadi tidak hanya merendam gedung kelas dengan lumpur dan material berat, tetapi juga merusak fasilitas penunjang seperti mebeler, buku, hingga perangkat elektronik. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya akses jalan dan jembatan yang menghambat perjalanan guru dan siswa ke sekolah.

Kesenjangan akses tersebut bahkan memaksa para guru di beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah, untuk menyeberangi sungai menggunakan seling tambang karena jembatan utama belum pulih. “Gangguan terhadap layanan pendidikan ini menjadi fokus utama kami,” ujar Jamjam.

Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 168 tenda kelas darurat dan membangun 44 ruang kelas semi-permanen agar proses pembelajaran tidak terhenti. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat memungkinkan pemanfaatan fasilitas publik, seperti asrama haji di Kota Padang, sebagai lokasi pembelajaran sementara.

Pemulihan ini dikoordinasikan secara terpadu oleh Satgas Percepatan yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dengan arahan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Dukungan terhadap operasional sekolah juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa school kit dan 167 ribu eksemplar buku teks pembelajaran. Dari sisi kesejahteraan guru, pemerintah telah mengalokasikan tunjangan khusus bagi sekitar 59 ribu guru terdampak.

“Total dana sebesar 220 miliar sudah disalurkan kepada 36 ribu guru pada tahap pertama dan kedua, di mana setiap guru menerima bantuan sebesar 6 juta rupiah untuk tiga bulan,” tambahnya.

Blibli.com
Blibli.com