Transformasi SMK Swasta Didorong Perkuat Lulusan Siap Kerja dan Wirausaha

Berita Nasional10202 Dilihat

KAB. TANGERANG – Kemendikdasmen terus mendorong transformasi tata kelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta sebagai upaya mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, relevan, dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan SMK Swasta oleh Yayasan untuk Menjadi Sekolah Unggul yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, di Kabupaten Tangerang, Senin (6/4) lalu.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika dunia kerja. Namun demikian, masih terdapat tantangan terkait citra publik terhadap SMK, termasuk isu penguatan karakter dan persepsi sebagai penyumbang pengangguran.

“Penguatan karakter harus menjadi bagian integral dalam pendidikan SMK. Kita juga harus menjawab kritik terhadap kesiapan lulusan dengan kerja nyata, melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Mu’ti.

Sebagai langkah strategis, Kemendikdasmen mendorong implementasi kebijakan SMK dengan masa studi empat tahun. Penambahan masa studi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kematangan lulusan sekaligus memberikan keterampilan spesifik sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMK untuk bekerja di mancanegara melalui penguatan kerja sama lintas kementerian, dengan pembekalan keterampilan teknis, bahasa, dan pemahaman budaya kerja.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan berbasis keunggulan lokal melalui pengembangan program keahlian yang selaras dengan potensi daerah, sehingga lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguatan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, serta kemampuan adaptasi menjadi hal yang tidak terpisahkan dari pendidikan SMK.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi penting untuk mendukung kemampuan lulusan dalam mengemas, memasarkan, dan mempromosikan produk berbasis potensi lokal, baik di sektor pertanian maupun kelautan, sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tatang Muttaqin menyampaikan, SMK swasta memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam sistem pendidikan nasional.

Dari sekitar 45 ribu SMK di Indonesia, sekitar 73 persen merupakan SMK swasta. Dengan jumlah peserta didik SMK sekitar 5 juta, kurang lebih 3,5 juta siswa berada di sekolah swasta.

“Artinya, kualitas pengelolaan SMK swasta sangat menentukan masa depan pendidikan vokasi di Indonesia. Karena itu, penguatan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi kunci,” ujar Tatang.

Tatang menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi SMK swasta adalah kesenjangan kapasitas antar sekolah, serta kebutuhan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Kemendikdasmen berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan SMK yang berkualitas, relevan, dan mampu mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(SP)

Blibli.com
Blibli.com