
JAKARTA – Kemendikdasmen terus percepat pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Jawa Timur.
Hingga pertengahan Mei 2026, Kemendikdasmen telah memberikan bantuan revitalisasi kepada 3.084 sekolah yang berada di bawah pembinaan Kemendikdasmen dengan total anggaran lebih dari Rp2,9 triliun.
Dari sejumlah satuan pendidikan tersebut, sebanyak 2.817 satuan pendidikan pelaksanaan revitalisasinya dilakukan secara swakelola. Sisanya, yakni 267 sekolah karena mengalami kerusakan berat dan harus direlokasi, pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan anggaran mencapai lebih dari Rp446 miliar.
Adapun persebaran 3.084 sekolah penerima program revitalisasi meliputi 2.085 satuan pendidikan di Aceh, 332 sekolah di Sumatra Barat, dan 667 sekolah lainnya di Sumatra Utara.
Dari total penerima bantuan revitalisasi, sebanyak 2.861 sekolah telah menerima dana bantuan tahap 1 (70%) dengan total pencairan lebih dari Rp1,9 triliun.
Dengan proses revitalisasi tersebut, hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 4.820 dari total 4.922 sekolah dibawah pembinaan Kemendikdasmen terdampak telah kembali menjalankan proses pembelajaran secara penuh.
Sementara itu, sebagian sekolah lainnya masih melaksanakan kegiatan belajar di ruang kelas darurat, tenda sementara, atau menumpang di sekolah lain demi memastikan proses belajar murid tetap berlangsung.
Selain rehabilitasi dan rekonstruksi, Kemendikdasmen juga melanjutkan bantuan khusus untuk guru dan tenaga kependidikan (GTK) di bawah pembinaan Kemendikdasmen, yang terdampak bencana yang terdata di Dapodik dengan anggaran lebih dari Rp286 miliar.
Sebanyak 53.215 GTK dari jenjang PAUD sampai SMA, SMK dan pendidikan kesetaraan telah menerima bantuan khusus selama 3 bulan sebesar Rp2 juta perbulan. Kemendikdasmen juga sedang melakukan proses verifikasi kepada 6.055 guru dengan total anggaran Rp36,3 miliar.
Di luar bantuan khusus yang menyasar semua pendidik dan tenaga kependidikan di daerah terdampak bencana, Kemendikdasmen tetap menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Khusus Guru (TKG).
Namun, Kemendikdasmen melakukan pelonggaran persyaratan, yakni tanpa harus pemenuhan beban mengajar sebagaimana ketentuan normal. Total dana TPG dan TKG yang telah disalurkan di wilayah terdampak bencana sebesar Rp508,9 miliar.
Kemendikdasmen juga memastikan dukungan operasional pendidikan tetap terpenuhi melalui penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Hingga saat ini, BOSP telah disalurkan kepada lebih dari 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten terdampak bencana dengan total nilai mencapai Rp1,98 triliun.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas baik pada persyaratan penyaluran maupun penggunaan anggaran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Selain itu, Kemendikdasmen juga terus melakukan pelatihan dukungan psikososial serta monitoring kehadiran siswa, guru, dan keterlaksanaan pembelajaran.
“Pendampingan praktik baik dan penerapan model pembelajaran darurat juga terus dilakukan guna memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal,” UJAR Mendikdasemn Abdul Muti beberapa waktu lalu. (*)



















