Satu Abad Gempa Padang Panjang, PWI dan KTPI Gelar Bakti Sosial

Berita Daerah284 Dilihat

PADANG PANJANG – Kegiatan refleksi Satu Abad Gempa Padang Panjang, diisi dengan ragam kegiatan oleh lembaga inisiator dan kolaborator. Salah satunya kegiatan Bakti sosial Totok Punggung yang ditaja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang bersama Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) dan Alpha Rescue.

Kegiatan baksos yang digawangi PWI tersebut, menghadirkan KTPI setempat dengan sejumlah aktivis totok punggung yang berasal dari angota KTPI dan mahasiswa Akademi Keperawatan Nabila Padang Panjang, Minggu (28/6/2026) pagi bertempat di deoan Kantor PWI setempat.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini bersama KTPI berjalan lancar. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926, kita ambil bagian pada beberapa kegiatan, salah satunya adalah bakti sosial Totok Punggung ini. Dan ini gratis untuk warga Padang Panjang Batipuh X Koto,” demikian ujar Suprianto, Ketua PWI Padang Panjang kepada awak media Warta Pendidikan di sela-sela kegiatan.

Dikatakan orang nomor satu di PWI Padang Panjang itu, sebagai bagian dari rangkaian besar kegiatan, aksi PWI tersebut didukung oleh banyak lembaga, seperti KTPI, Radio El Em Bahana, dan lembaga inisiator di antaranya BMKG Stasiaun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Alpha Rescue, FSTP Universitas Tamansiswa Padang, dan Patahan Sumatra Institute.

“Kita ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan dari KTPI bersama tim yang sejak pagi sudah berjibaku melakukan baksos ini. Semoga menjadi amal ibadah dan dapat membantu warga. Selain itu juga kami sampaikan apresiasi kepada lembaga inisiator yang telah mengonsep seluruh rangkaian kegiatan,” ujar sosok yang biasa disapa Bento itu.

Selain itu, imbuh Bento, organisasi yang dipimpinnya juga mengucapkan terimakasihatas kerjasama dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Panjang yang telah menyediakan tenda untuk pelaksanaan kegiatan.

“Kepada semua pihak, kita imbau untuk terus lakukan kegiatan-kegiatan di Bulan Mitigasi Padang Panjang ini. Dalam rangka mengedukasi warga dan generasi kita,” pungkas Bento.

Sementara itu, Ketua KTPI Padang Panjang Firdaus ,S.Pd  pada kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut menjadi ajang untuk pengenalan totok punggung sebagai salah satu teknik pengobatan.

“Dengan kegiatan ini, kita ingin memasyarakatkan totok punggung sebagai bagian dari upaya pengobatan yang dapat dilakukan oleh siapapun,” sebut pensiunan guru itu.

Dikatakan Firdaus, totok punggung adalah salah satu teknik pengobatan yang sangat aman.

“Dan kita sedang kampanyekan setiap satu rumah, memiliki satu orang yang punya keterampilan melakukan totok punggung,” ujar mantan aktivis KNPI tersebut.

Disebutkan Firdaus, keterampilan totok punggung juga bermanfaat ketika penanganan korban bencana.

“Saat bencana, kita biasanya turunkan tim totok punggung untuk memberikan layanan kepada masyarakat dan relawan,” ujarnya. (*)

Blibli.com
Blibli.com