Pemerintah Resmi Buka SNT 2026/2027, 1.360 Murid Mulai Ikuti Pembelajaran

Berita Nasional1256 Dilihat

BOGOR – Kemendikdasmen memulai penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi angkatan pertama SNT. MPLS berlangsung serentak di 17 lokasi SNT pada 13 provinsi.

Pembukaan nasional dipusatkan di SNT 7 Bogor, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Momentum ini menandai hari pertama penyelenggaraan SNT sekaligus dimulainya perjalanan pendidikan angkatan pertama SNT di berbagai wilayah Indonesia.

Hari pertama SNT diawali dengan upacara bendera. Di SNT 7 Bogor, Mendikdasmen bertindak sebagai pembina upacara, sedangkan pelaksanaan di SNT lainnya melibatkan kepala daerah, pejabat yang ditunjuk, maupun kepala SNT sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembukaan MPLS Angkatan Pertama yang menghubungkan seluruh lokasi melalui konferensi video. Murid, kepala sekolah, dan tenaga pendamping pembelajaran dari berbagai daerah hadir dalam satu momentum nasional.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan, kehadiran SNT merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan anak Indonesia memperoleh pendidikan bermutu.

Mendikdasmen menjelaskan, SNT merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Tujuannya membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Penyelenggaraan SNT juga sejalan dengan Pasal 5 ayat (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang di dalamnya disebutkan warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus.

Mendikdasmen menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi. Kemudian kepada para kepala daerah, bupati, wali kota, dan gubernur yang telah mendukung program ini dan menyediakan lahan untuk pengembangan SNT di daerah.

“Paling akhir kepada anak-anak sekalian, kalian adalah murid-murid yang terpilih untuk mengikuti program Sekolah Nasional Teknologi ini. Kami sampaikan apresiasi kepada para orang tua yang mempercayai kami, mendukung program SNT ini,” paparnya.

Diketahui, pemerintah juga telah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran. Mereka diseleksi dari sekitar 60.000 stok guru prajabatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendamping pembelajaran tersebut telah mengikuti persiapan selama lima hari. Persiapan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan mereka sebelum menjalankan tugas di lapangan.

Sementara, dari sisi peserta didik, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga telah dilakukan. Dari total 2.068 pendaftar, sebanyak 1.360 murid dinyatakan lulus. Jumlah tersebut terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA. Mereka menjadi angkatan pertama SNT pada tahun ajaran 2026/2027.

Pemerintah juga telah menyiapkan sistem pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SNT. Persiapan tersebut mencakup Learning Management System (LMS), bahan ajar, serta berbagai peralatan pembelajaran digital.

Pada 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 lokasi mulai memberikan layanan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027, sementara penyediaan layanan SNT direncanakan berkembang secara bertahap menuju 500 layanan hingga 2029.

Ke-17 lokasi tersebut berada di Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Kupang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(*)

Blibli.com
Blibli.com