Gempa NTT Rusak 87 Fasilitas Pendidikan, Kemedikdasmen Siapkan Bantuan

Berita Nasional8349 Dilihat

KUPANG – Sebanyak 87 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Puluhan fasilitas pendidikan tersebut tersebar di Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

“Data sementara sore tadi, pukul 18.00 Wita, Sabtu (15/8), fasilitas pendidikan yang rusak 87 unit,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran pers, Sabtu malam.

Selain fasilitas pendidikan, sejumlah fasilitas umum lainnya turut mengalami kerusakan. Berdasarkan data BNPB, fasilitas kesehatan yang rusak mencapai 18 unit, tempat ibadah 5 unit, dan kantor 6 unit.

Sementara itu, sebanyak 346 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

“Sedangkan rumah dalam kondisi rusak berat 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit,” bebernya.

Berton menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut hingga pukul 19.48 Wita mencapai 47 orang.

Diketahui, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT, Sabtu pagi. Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 kilometer arah timur laut pada kedalaman 15 kilometer.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan, sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores.

“Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores,” kata Arief.

Kemendikdasmen Siapkan Bantuan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya sektor pendidikan, yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mu’ti di Wonosobo, Sabtu kemarin mengatakan, bencana tersebut merupakan musibah yang harus dihadapi dengan ikhlas dan sabar, namun pemerintah memastikan akan memberikan perhatian kepada masyarakat dan anak-anak yang terdampak.

Saat ini, katanya, tim kementerian masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak gempa terhadap satuan pendidikan dan peserta didik di NTT.

Pendataan tersebut mencakup sekolah-sekolah yang terdampak maupun jumlah siswa yang terkena dampak bencana.

“Kami sementara masih menghimpun data mengenai sekolah-sekolah yang terdampak dan murid-murid yang terdampak, termasuk juga kemarin kita membahas mengenai murid-murid yang terdampak oleh asap,” katanya.(*)

 

Blibli.com
Blibli.com