UPDATE GEMPA NTT: 253 Sekolah Rusak, Kemendikdasmen Kirimkan Bantuan

Berita Nasional5229 Dilihat

KUPANG – Sebanyak 253 satuan pendidikan di tujuh kabupaten dilaporkan mengalami kerusakan, dengan korban jiwa meliputi dua murid dan satu guru.

Berdasarkan data per 16 Agustus 2026, kerusakan mencakup 199 satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMP/SKB di bawah kewenangan kabupaten, serta 54 satuan jenjang SMA/SMK/SLB di bawah kewenangan provinsi. Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah.

Sebagai langkah penyelamatan dan pemulihan, Kemendikdasmen mengerahkan 50 tenda ruang kelas darurat, ribuan paket perlengkapan sekolah (school kit), serta perangkat konektivitas internet Starlink untuk mengatasi gangguan komunikasi di lokasi terdampak.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa dunia pendidikan di Flores. Dia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan bersama Gubernur NTT agar seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” tegas Abdul Mu’ti di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Untuk menjamin kelanjutan kegiatan belajar mengajar, logistik darurat dibagi ke dalam dua klaster pengiriman utama, yakni Klaster Pertama dengan mengirimkan 30 tenda dari Jakarta dan Yogyakarta, beserta 1.000 paket family kit, 200 paket school kit umum, dan 2.000 paket school kit SMA/SMK.

Logistik diberangkatkan dari Surabaya menggunakan KM Dharma Rucitra 7 pada 20 Agustus 2026, dan dijadwalkan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026.

Pemasangan tenda darurat untuk wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat ditargetkan mulai 23 Agustus 2026.

Klaster kedua mengirimkan 20 tenda dari Malang menggunakan KM Dharma Rucitra 8 pada 21 Agustus 2026 menuju Pelabuhan Ende.

Bantuan ini difokuskan untuk mendukung sekolah-sekolah di wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo melalui koordinasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT di SKB Ende.

Selain infrastruktur fisik, Kemendikdasmen mengarahkan satuan pendidikan untuk menghentikan sementara KBM di ruang kelas yang tidak layak serta mengalihkannya ke ruang aman atau tenda belajar darurat. Dukungan pemulihan trauma (trauma healing) juga disiapkan melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

Guna mengantisipasi kendala komunikasi, Kemendikdasmen turut menerjunkan perangkat konektivitas Starlink bagi wilayah yang mengalami putus jaringan listrik dan telekomunikasi.

Tim lintas direktorat bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kini terus mengawal asesmen lapangan guna mempercepat proses verifikasi kerusakan fisik yang ditargetkan rampung pada pekan depan.(ist)

Blibli.com
Blibli.com