
MALANG – Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026. Pembukaan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
Mengusung semangat pengembangan talenta sains secara berkelanjutan, OSN Dikmen 2026 menjadi ruang bagi murid untuk mengaktualisasikan kemampuan sains, membangun karakter, dan memperluas kesempatan pengembangan diri hingga tingkat internasional.
Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang berhasil lolos ke tingkat nasional dan akan berkompetisi pada sembilan cabang ajang, yaitu astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti dalam sambutannya menyampaikan, OSN merupakan bagian dari upaya menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta murid.
“OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para murid dan semangat inilah yang menjadi dasar manajemen talenta murid,” ujar Suharti.
Suharti juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih melalui OSN perlu dipandang sebagai langkah awal untuk membuka kesempatan pengembangan diri dan pendidikan yang lebih luas bagi para peserta.
“OSN bukan sekadar untuk mendapatkan medali, melalui pembinaan berkelanjutan, para peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional dan memperoleh peluang pengembangan pendidikan melalui kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa partisipasi talenta sains jenjang pendidikan menengah pada OSN 2026 mengalami peningkatan.
Jumlah pendaftar mencapai 297.955 peserta, naik 12,33 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 265.251 peserta.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi murid SMA/MA/SMK/MAK/sederajat dari 38 provinsi dan SILN di seluruh dunia dalam ajang pengembangan talenta bidang riset dan inovasi.
“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,” tutur Irene.
Selain pelaksanaan sembilan cabang sains, Puspresnas juga bekerja sama dengan Cakrawala University menyelenggarakan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) untuk tahun kedua. EKKA 2026 mencatat peningkatan pendaftar sebesar 72,01 persen, dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi pada 2026.
Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi akan mengikuti babak final EKKA 2026. Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari perluasan ruang aktualisasi talenta murid di bidang kecerdasan artifisial.
Irene menjelaskan, pengembangan talenta murid tidak berhenti pada perolehan medali. Kemendikdasmen terus menyiapkan berbagai kesempatan bagi murid berprestasi untuk mengembangkan kemampuan dan melanjutkan perjalanan prestasinya.
“Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan,” jelas Irene.
Sejalan dengan implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, OSN menjadi salah satu ajang talenta yang memfasilitasi pengembangan, peningkatan, dan apresiasi talenta secara berkelanjutan, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.
Peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dan mewakili Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional, di antaranya International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), International Olympiad in Informatics (IOI).
Penyelenggaraan OSN Dikmen 2026 merupakan kali kedua UMM dipercaya menjadi tuan rumah. Dukungan UMM mencakup kesiapan fasilitas, layanan penyelenggaraan, dan penciptaan atmosfer akademik yang mendukung pengalaman peserta selama mengikuti OSN.(SP)



















