
SOLO – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional.
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pengelola komunikasi publik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta dinamika informasi di masyarakat.
Workshop tersebut membahas berbagai strategi komunikasi publik yang adaptif, berbasis data, dan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dua agenda utama, yakni Monitoring Isu Publik dan Analisis Sentimen Berbasis AI serta Pengukuran Media Komunikasi Digital.
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya mengatakan melalui Agenda Monitoring Isu Publik dan Analisis Sentimen Berbasis AI, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI untuk memantau perkembangan isu yang berkembang di ruang publik sekaligus menganalisis kecenderungan sentimen masyarakat terhadap suatu isu.
“Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pengelola komunikasi publik dalam memperoleh informasi secara lebih cepat dan terukur. Data hasil pemantauan dapat menjadi bahan dalam menyusun strategi komunikasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” katanya usai membuka kegiatan Rembuk Komunikasi Publik Nasional di Monumen Pers Nasional, Kota Solo, Selasa (29/9/2026).
Materi Pengukuran Media Komunikasi Digital membahas pentingnya pengukuran efektivitas komunikasi yang dilakukan melalui berbagai platform digital.
Pengukuran dapat digunakan untuk mengetahui jangkauan, interaksi, serta respons masyarakat terhadap informasi yang disampaikan pemerintah.
“Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan berbagi pengalaman antarpengelola komunikasi publik. Perkembangan ekosistem digital menuntut pemerintah untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, mudah dipahami, serta berdasarkan data,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan komunikasi publik di tingkat pusat maupun daerah semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Pemanfaatan AI dan pengukuran media digital diharapkan dapat mendukung terwujudnya komunikasi pemerintah yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Batang Vidi Bahtiar Bethan menyampaikan, bahwa keikutsertaannya sebagai peserta dalam Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komunikasi publik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan komunikasi publik saat ini. Terutama terkait monitoring isu publik dan analisis sentimen berbasis AI, karena perkembangan isu di ruang digital berlangsung sangat cepat dan membutuhkan pemantauan yang lebih sistematis,” ujar dia.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu pemerintah dalam membaca kecenderungan isu dan respons masyarakat terhadap berbagai informasi yang beredar di ruang publik. Namun, hasil analisis tetap perlu dipahami dan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan konteks serta kondisi di lapangan.
“Selain monitoring isu, pengukuran media komunikasi digital juga penting untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan pemerintah dapat menjangkau dan diterima masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi agar strategi komunikasi publik ke depan semakin efektif,” pungkasnya.
Ia berharap, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam workshop tersebut dapat diterapkan dalam penguatan komunikasi publik di Kabupaten Batang, sekaligus mendorong pengelolaan informasi pemerintah yang lebih adaptif, berbasis data, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (infopublik)


















