Kaleidoskop Bencana 2019 & Outlook Bencana 2020, Doni: Waspadai Gempa di Wilayah Berpotensi

WPdotCOM, Jakarta — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, gempa dan tsunami adalah bencana yang berulang. Karena itu, wilayah-wilayah yang memiliki potensi gempa tetapi belum melepaskan energinya dengan kejadian gempa harus diwaspadai.

Hal itu disampaikan Doni dalam Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook Bencana 2020 di Kantor BNPB, Jakarta, Senin kemarin. Terlihat, acara juga dihadiri oleh Kepada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kasbani, Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Achmad Gani Ghazaly Akman, dan narasumber lainnya.

Dalam acara yang berlangsung di gedung Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho itu, Doni meminta masyarakat yang berada di wilayah potensial gempa bumi untuk waspada, dan menyiapkan mitigasi bencana yang dibutuhkan.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di Halmahera Selatan, kata Doni. Gempa dengan Magnitudo 7.2 dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat. Gempa berkekuatan cukup besar itu tidak terlalu berakibat fatal bagi warga. Tercatat 14 orang warga yang menjadi korban meninggal. Hal itu disebabkan masyarakat setempat melakukan evakuasi dan penyelamatan segera setelah gempa terjadi.

“Hanya dalam hitungan lima detik setelah gempa, masyarakat sudah keluar dari rumah sehingga korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan sangat sedikit,” terangnya.

Doni juga menyampaikan beberapa kejadian gempa di masa lalu yang dimitigasi dengan tepat. “Menurut catatan Belanda, kejadian gempa Magnitudo 6,5 di Ambon pada tahun 1899 menyebabkan 41 orang korban jiwa juga bisa menjadi pelajaran. Setelah kejadian gempa tersebut, rumah berbahan batu tidak dibolehkan lagi karena pasti rusak akibat gempa. Yang ada adalah kearifan lokal berupa rumah berkancing,” katanya.

Kejadian gempa Sendai Jepang pada tahun 1933 juga dapat dijadikan pelajaran oleh masyarakat, pemerintah setempat kemudian membangun infrastruktur mitigasi gempa.

Kejadian gempa di Sendai, Jepang juga bisa menjadi pelajaran.Wilayah tersebut pernah diguncang gempa pada 1933 sehingga pemerintah setempat kemudian membangun infrastruktur mitigasi gempa.

“Namun, karena generasi muda Jepang banyak yang lupa dengan kejadian bencana, akibatnya, saat Sendai dilanda gempa lagi pada 2011, korban jadi cukup banyak,” ujar Doni.

Karena hal itu, kata Doni lagi, masyarakat harus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan serta mitigasi bencana. (*)

Tinggalkan Balasan