Kemen PPPA Berikan Penghargaan Kepada Petugas yang Ungkap Kasus Eksploitasi Seksual Anak

WPdotCOM, Jakarta — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada 36 Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dedikasi dan keberhasilannya dalam mengungkap kasus eksploitasi seksual dan tindak pidana perdagangan anak yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) buronan FBI (Federal Bureau of Investigation) berinisial RM di DKI Jakarta.

“Terungkapnya kasus kejahatan seksual dan tindak pidana perdagangan orang oleh WNA sekaligus buronan FBI oleh Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2020 kemarin, menjadi angin segar bagi kita semua, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Ini menjadi salah satu bukti betapa kerjasama yang baik antar seluruh pihak akan mampu menolong dan melindungi anak-anak dari kejahatan dan kekerasan,” tegas Bintang.

Menteri Bintang menambahkan sikap proaktif masyarakat yang diikuti kecepatan dan ketepatan APH Kepolisian Daerah Metro Jaya serta pihak-pihak terkait lainnya sangat membantu untuk mengungkap kasus kejahatan pada anak ini. “Untuk itu, apresiasi yang setinggi-tingginya saya berikan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pengungkapan kasus ini, terutama kepada 36 orang penyidik dari Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang terlibat. Sebagai bentuk apresiasi saya, pada hari ini, dengan tulus saya ingin memberikan piagam penghargaan kepada Bapak/Ibu yang telah berjasa ikut melindungi anak-anak Indonesia,” tambah Bintang.

Kemen PPPA akan memastikan terus mengawal kasus ini hingga akhir. Anak-anak korban kasus ini akan terus mendapatkan pendampingan khusus, sebab mereka harus tetap mendapatkan rasa aman dan tumbuh kembang yang optimal.

Sejak awal proses penanganan kasus ini, Kemen PPPA melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pendampingan saat proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke kepolisian, proses visum, konsultasi hukum, dan kosultasi psikologis awal ketiga anak korban. Kejadian buruk yang telah menimpa tiga anak korban ini tentunya akan berpengaruh besar pada fisik maupun psikis mereka, bahkan sampai mereka dewasa nantinya. Untuk itu, dibutuhkan upaya-upaya serius untuk meminimalisasi dampak yang terjadi.

“Saya berharap penghargaan yang kami berikan ini sebagai pengingat, pendorong, dan pemberi motivasi untuk senantiasa melakukan upaya-upaya perlindungan anak, memberikan inspirasi bagi rekan-rekan lainnya, dan dapat memperkuat komitmen kita sebagai lembaga dalam melindungi  anak Indonesia. Saya juga ingin agar proses peradilan dapat dikawal dengan sebaik-baiknya sehingga pelaku dapat diberikan hukuman yang setimpal,” tutup Bintang. (SP)