Penggunaan Narkoba di Kalangan Anak dan Pelajar Meningkat, Kemen PPPA Ingatkan Orangtua

WPdotCOM, Jakarta — Narkotika dan obat-obat terlarang lainnya, tidak hanya mengancam orang dewasa, tapi juga anak-anak. Berbagai modus digunakan untuk menjerat anak pada lingkaran hitam narkotika.

Faktanya, menurut Survei Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, 2018, prevalensi penggunaan narkoba di kalangan pelajar atau mahasiswa sebesar 3,2 persen atau setara dengan 2,3 juta dari populasi kelompok tersebut. Oleh sebab itu, kewaspadaan orangtua harus ditingkatkan dalam mengawasi anak-anak agar terhindar dari bahaya narkotika.

“Anak seringkali dinilai sebagai target pasar yang sangat menjanjikan dalam penyalahgunaan narkoba. Hal ini karena pada usianya, anak masih mencari identitas diri dan rentan terpengaruh bujuk rayu, baik dari teman sebaya atau lingkungan sekitar,” demikian disampaikan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N Rosalin, Jumat (26/6) kemarin.

Anak yang telah terpapar narkoba, lanjut Lenny, lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab anak memiliki rentang waktu atau usia yang cukup panjang dibandingkan orang dewasa. Hal ini menjadi ancaman serius bagi anak sebagai generasi penerus bangsa, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk itu, Kemen PPPA telah bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melakukan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba pada anak. Upaya ini diwujudkan melalui Kesepakatan Bersama dan penyampaian bahan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Hal ini terus dilakukan dengan menyasar anak dan keluarga untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Kepada anak dilakukan melalui edukasi kepada anak-anak seluruh Indonesia melalui wadah partisipasi anak yaitu Forum Anak yang tersebar dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Sementara itu, edukasi kepada keluarga dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang berada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.