oleh

Siapkan Duta Rumah Belajar, Kemdikbud Latih Guru-guru di Bidang Pembelajaran Berbasis TIK

WPdotCOM, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) terus berupaya meningkatkan kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) ini yang dinilai tidak hanya mensinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran namun juga terus bersemangat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) khususnya Rumah Belajar merupakan inisiatif Pusdatin Kemendikbud yang telah menjadi wadah kita bersama untuk terus berinovasi dalam mengajar, tutur Nadiem ketika membuka Kuliah Umum Pembekalan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) Level 4: Berbagi yang berlangsung dalam jaringan (daring) di Jakarta, Senin (14/9).

Dengan tajuk Berbagi Inovasi Pembelajatan Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar acara ini diikuti oleh guru-guru calon Duta Rumah Belajar. Selama lima hari ke depan, para peserta akan dibekali wawasan yang berkaitan dengan kemampuan yang mereka miliki melalui tulisan, video, sosial media, video konferensi, serta membentuk guru-guru untuk memiliki kompetensi public speaking.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin mengapresiasi bapak dan ibu guru Duta Rumah Belajar yang tanpa pamrih menjadi contoh di daerah masing-masing dalam melakukan inovasi pembelajaran. Kami segenap jajaran di Kemdikbud terus mendukung inisiatif berinovasi bapak ibu guru semua,” tutur Mendikbud.

Mendikbud mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dedikasinya terhadap pemanfaatan teknologi informasi di dunia pendidikan, tak terkecuali untuk Hendriawan S, yang menggawangi pengembangan Rumah Belajar.

Sebagai bentuk penghormatan, Nadiem menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Alm. Hendriawan S. Kami bangga terhadap dedikasi beliau, mari kita bersama-sama mendoakan almarhum, semoga karya dan dedikasinya menjadi amal ibadah yang diterima di sisi-Nya, tutur Mendikbud.

“Saya ingin menyampaikan betapa bangganya saya ketika mengetahui program pelatihan guru PembaTIK tahun ini diikuti lebih dari 60000 guru, atau seribu persen peningkatannya dari pertama kegiatan ini diselenggarakan dua tahun lalu,” lanjutnya.

Angka tersebut menurut Nadiem merupakan pencapaian yang luar biasa, dan juga penanda bahwa banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, terutama di masa pandemi COVID-19.

“Situasi saat ini memaksa kita supaya lebih lebih keras dan lebih cerdas sehingga pembelajaran dapat berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial,” terang Nadiem.

Dijelaskan Mendikbud, guru adalah bibit penggerak pendidikan. Ia berharap, guru-guru dapat berinisiatif dan memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensinya menghadapi tuntutan zaman. Tantangan di masa depan bukan berarti akan lebih mudah. “Saya berharap semangat gotong royong yang semakin mantap di masa pandemi ini, bisa kita teruskan agar kita lebih siap beradaptasi, siap melakukan tindakan.  Tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi,” imbuhnya.

Kegiatan PembaTIK telah dilaksanakan sejak bulan Maret 2020 dan dilakukan secara berjenjang (levelling) dengan sistem seleksi dari Level 1: Literasi, Level 2: Implementasi, Level 3: Kreasi, hingga Level 4: Berbagi. Jumlah peserta yang mengikuti program PembaTIK pada tahun ini sendiri mencapai 70.312 guru hingga akhirnya terseleksi 1.020 guru per provinsi untuk mengikuti Level Berbagi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14 September 2020 hingga akhir Oktober 2020. Guru-guru peserta Level Berbagi nantinya merupakan calon Duta Rumah Belajar Nasional, guru-guru terlatih yang menjadi penggerak pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, terutama dengan Platform Rumah Belajar.

Pelaksana tugas (Plt.) Pusdatin…