Sekjen Kemdikbud: Indonesia Siapkan Empat Tim untuk World University Debating Championship (WUDC)

Berita Nasional1121 Dilihat

Selain kategori open, terdapat juga kategori novice atau kategori babak eliminasi yang bisa diikuti oleh peserta yang memenuhi kriteria novice yaitu telah mengikuti lomba debat nasional atau internasional namun belum pernah juara.

Empat tim terbaik pada kategori novice adalah Universitas Katolik Soegijapranata sebagai terbaik pertama, Universitas Udayana sebagai terbaik kedua, Universitas Lampung dan Universitas Mulawarman sebagai terbaik ketiga.

Sementara itu, terdapat lima belas peserta terbaik kategori open dan novice. Berikut adalah terbaik pertama sampai terbaik ke-15 kategori novice yaitu Bi Asma Taroa Kasipahu dari Universitas Mataram, Nurhanifa Lubis dari Universitas Negeri Medan, Andre Agusti Wijaya dari Universitas Lampung, Manda Bagaskara dari Unversitas Lampung, Jimmy Christofer dari Universitas Katolik Soegijapranata, Dhea Retno Khaliza dari Universitas Teknokrat Indonesia, Samuel Lorent dari Universitas Multimedia Nusantara, La Ode Rifaldi Nedan dari Universitas Presiden, Roza Damayanti Almasus Puteri dari Universitas Negeri Malang, Nico Fernando Tan dari Institut Bisnis Informasi Teknologi dan Bisnis, Zulkarnain dari Universitas Muhammadiyah Malang, Rifqi Favian Anargya dari Universitas Mulawarman, Nafila Maulina Priyanto dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Dini Satrina dari Universitas Syiah Kuala, serta Ayu Bintang Rena dari Universitas Udayana.

Selanjutnya, terbaik pertama sampai terbaik ke-15 kategori open yaitu Muhammad Rizki Akbar Lubis dari Universitas Gadjah Mada, Muhammad Zufar Farhan Zuhdi dari Universitas Gadjah Mada, Audrina dari Institut Teknologi Bandung, Eugenia Leonetta dari Universitas Indonesia, Joshua Chang dari Universitas Kristen Petra, Mutiara Noverita Arumdapta dari Universitas Diponegoro, Felix Kurniawan dari Universitas Bina Nusantara, Fakhri Al Mughni dari Institut Teknologi Bandung, Mathew Adith Sagito dari Universitas Katolik Parahyangan, Ida Ayu Laksmi Anjali dari Universitas Surabaya, Cheryl Michelin Pangestu dari Universitas Katolik Parahyangan, Reynaldo Arya dari Universitas Presiden,  Charaqua Vania Rawladji dari Universitas Kristen Petra, Amos Fischel Andoko dari Universitas Diponegoro, Farah Ashila Balqis Siregar dari Universitas Indonesia.

Dengan menggunakan format debat parlemen, NUDC 2020 menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Inggris, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat, mahasiswa akan dihadapkan pada persoalan-persoalan nyata yang dialami suatu masyarakat atau bangsa. Mahasiswa harus mampu berposisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat.

Salah satu juri dari Universitas Bina Nusantara, Agnes menjelaskan bagaimana penilaian juri sehingga Universitas Tanjungpura keluar sebagai juara. Agnes mengatakan tim dari Universitas Tanjungpura memberikan konstektualisasi dalam debat yang lebih jelas dan ada penjelasan lebih lanjut aktor dalam debat itu seperti apa.

“Dibandingkan dengan tim yang lainnya tidak mengkarakterisasi dengan karakter yang kuat akhirnya argumennya tim ini berhasil untuk memenangkan debat ini,” tutur Agnes. (*/infopublik)

Blibli.com
Blibli.com