
Namun kesiapan sekolah tersebut juga harus ditunjang dengan lingkungan. Baik itu masyarakat lingkungan sekolah maupun unsur pimpinan dan institusi yang berwenang mengeluarkan izin. “Memang jika melihat keluhan dari orang tua atau siswa, mereka ingin sekali agar secepatnya diadakan sekolah tatap muka. Namun kita tidak bisa begitu saja bisa melaksanakan tatap muka,” jelasnya lagi.
“Memang kalau secara pribadi atau kelembagaan SMKN 2 Baleendah sendiri sudah siap. Bahkan ketika kita menelusri izin dari orang tua sudah 80 persen para orang tua menginginkan adanya sekolah tatap muka. Sedangkan sisanya 20% masih belum setuju adanya tatap muka karena kabarnya pandemi covid-19 di kabupaten Bandung masih lumayan tinggi,” lanjut Syamsudin yang juga Ketua K3S SMK Kabupaten Bandung ini.
Namun, katanya lagi, jika kita berbicara tentang alat ataupun sarana penunjang pencegahan dan penyebaran corona kita sudah ada dan cukup lengkap. Kita tinggal pasang dan pakai saja.
Ditanya tentang kesiapan dari sekolah lain yang berada di kabupaten Bandung, karena selaku ketua K3S SMK Kabupaten Bandung tentunya Syamsudin juga ikut berperan dalam mengambil keputusan pada pelaksanaan KBM tatap muka SMK di kabupaten Bandung, ia mengatakan bahwa sampai saat ini untuk SMK di kabupaten masih belum bisa.
“Awalnya kami sudah mengajukan ada dua sekolah di kabupaten Bandung yaitu SMK Anur Ibun dan SMK Islam Pacet untuk lebih dahulu mengadakan sekolah tatap muka dikarenakan prosedur perizinan serta lingkungan sudah memadai untuk melaksanakan sekolah tatap muka. Namun ketika akan launching, unsur Muspida yang diwakili oleh Camat sekitar tidak mengizinkan. Akhirnya semua itu gagal dan kiembali di undur lagi,” jelasnya.
Terakhir, Syamsudin hanya berpesan saja kepada orang tua siswa ataupun siswa yang ingin cepat-cepat untuk sekolah seperti biasa, hendaknya niat itu diurungkan terlebih dahulu. “Sebab situasi sampai saat ini masih sangat belum memungkinkan untuk tatap muka secara langsung. Terlepas dari pemberitaan yang saat ini memang terkadang membuat kita seakan dibuat bingung. Kuncinya lebih kita bersabar dahulu. Semoga saja musibah ini cepat berlalu,” papar Syamsudin mengakhiri. (YD)



















