
Meski di masa pandemi, siswa MAN 1 Karanganyar tetap mengukir prestasi sepanjang 2020. Misalnya, siswa MAN 1 Karanganyar menjadi juara II Nasional Lomba Story Telling (Albayan’s Competition and Development for All). Selain itu, siswa MAN 1 Karanganyar juga menjadi juara Harapan I Nasional MTQ (PT-UNS).
“Spartan, mewakili Indonesia menjadi peraih IP tertinggi pada Pertukaran Pelajar di Amerika,” ujar Lanjar;
“Siswa MAN 1 Karanganyar juga meraih Medali Perunggu Kompetisi Sains Madrasah Online atau KSMO POSI Nasional untuk Mapel Ekonomi. Juga Peringkat 6 Seleksi Robotic Competition (MRC) 2020 kategori Robot Kreatif dan Maze Solving,” sambungnya.
Alumni MAN 1 Karanganyar yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri juga terus meningkat, dari 20% menjadi 40 %. Mereka masuk ke PTN baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, SPANPTKIN, UMPTKIN, UM, PMB,PMDP, SPMB dan jalur lain.
“Alhamdulillah, karena prestasi yang terus meningkat, MAN 1 Karanganyar kembali menerima SBSN tahun 2020 untuk pembanguan Gedung Asrama. Insya Allah selesai pada 31 Desember 2020,” terang Lanjar.
Kualitas pembelajaran, prestasi siswa, serta megahnya gedung SBSN dengan sarana dan prasarana yang lengkap berdampak pada meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di MAN 1 Karanganyar, termasuk juga perhatian Pemerintah Daerah.
Jumlah pendaftar siswa baru tahun 2020 mencapai seribu lebih dari SMP/MTs/Pondok Pesantren, baik negeri maupun swasta. Sementara kuota yang ada hanya 432 siswa.
“Banyak orang tua maupun siswa yang menangis saat pengumuman karena terpaksa tidak bisa diterima di MAN 1 Karanganyar,” tuturnya.
“Amanah ini menjadi motivasi kemi untuk terus bekerja keras, mewujudkan visi MAN 1 Karanganyar yaitu “Menjadi Madrasah Aliyah yang unggul dalam membentuk insan yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan berwawasan global,” tandasnya. (*/kemenag)



















