oleh

Penggunaan ‘Jugendsprache’ (Bahasa Slang Anak Muda) dalam Film Pendek Jerman Berjudul ‘Fritten Zum Mittag’

Penggunaan Jugendsprache ini menunjukkan hubungan antara pemakaiannya, yaitu sekelompok anak muda dengan usia sebaya, serta hubungan mereka dengan kelompok orang yang berusia lebih tua.

1. Alter, Sunny hat gerade aufgelegt und Du baggerst die Frittenfrau an!

Kata Alter dalam bahasa standar berarti ‘usia, umur’, namun pada Jugendsprache kata ini digunakan sebagai sapaan untuk teman akrab, seperti misalnya ‘Sob (sobat)’ dalam bahasa Indonesia, atau ‘Dude’ dalam bahasa Inggris.  Sementara kata kerja anbaggern merupakan ungkapan slang dan bermakna ‘merayu’. Jika diterjemahkan selara keseluruhan, maka kalimat diatas menjadi:

“Sob, Sunny baru saja takluk dan kamu merayu si penjual kentang goreng itu!”

2. Komm Boris, Dicka, gehen wir… (Ayo Boris, Ndut, kita pergi…)

Kata Dicka berasal dari kata Dicker ‘yang gemuk’, namun akhiran –er dirubah menjadi vokal –a. Dalam bahasa standar Jerman, kata sifat dick memiliki arti ‘gemuk, gendut’. Pada kalimat di atas kata Dicka bisa diterjemahkan menjadi ‘(Si) Gendut’. Kata ini digunakan oleh teman Boris untuk memanggilnya karena Boris memiliki badan gemuk.

3. Du brauchst nur ‘n flotten Wagen, ‘n geilen Job (Kamu cuma butuh sebuah mobil cepat dan pekerjaan bagus).

Kata flott memiliki sinonim dengan schnell atau flink dan semuanya berarti ‘cepat, lincah, sigap’. Sedangkan kata geil mengalami perluasan makna. Dahulu kata ini berarti ‘terangsang (horny)’ namun saat ini kata ini memiliki makna ‘bagus, keren’.

4. Hab selbst gemerkt, wie plump das war… (Aku juga menyadari, betapa bodohnya hal itu…)

Kata plump berasal dari bahasa Inggris, dan memiliki arti ‘gemuk’. Namun dalam Jugendsprache kata ini berarti ‘canggung, bodoh’.

5. Er hat´s verkackt! (Dia mengacaukannya!)

Baca Juga:  Inspirasi Guru dalam Meraih Kesuksesan

Kata verkacken berarti ‘kacau balau, sial’. Kata kerja ini berasal dari kata benda Kacke yang memiliki arti ‘kotoran’.

6. Ich brauch noch Kippen. (Aku masih butuh rokok).

Kata Kippen sering digunakan anak muda untuk menyebut ‘rokok’. Dalam bahasa standar sebenarnya ada kosakata tersendiri untuk ‘rokok’ yaitu Zigarette.

7. Wollen wir noch ein Bierchen zischen? (Apakah kita mau minum satu bir lagi?)

Dalam bahasa standar Jerman kata zischen memiliki arti ‘mendesis, berdesir’. Namun dalam Jugendsprache kata ini digunakan untuk istilah ‘minum, menenggak’.

8. Vor allem Du, du Schnösel!

Kata Schnösel tidak memiliki padanan dalam bahasa Jerman standar. Kata ini termasuk dalam variasi bahasa slang khususnya oleh anak muda untuk menyebut seseorang yang angkuh, kurang ajar, namun pengecut.

Pengetahuan mengenai Jugendsprache sangat penting untuk pembelajar bahasa Jerman. Perkembangan bahasa Jerman juga harus diikuti, karena pada akhirnya diharapkan setiap pembelajar bahasa asing, dalam hal ini bahasa Jerman, mampu mempraktikkan bahasa yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. Tidak menutup kemungkinan mereka akan mengalaminya langsung dengan penutur asli bahasa Jerman.

Penulis: Retno Pamungkas. (Guru Bahasa Jerman SMAN 3 Kota Batu)