ISODEL 2021, Komitmen Kemendikbudristek Sukseskan Digitalisasi Sekolah

Berita Nasional600 Dilihat

Hal yang tak kalah penting yaitu pentingnya melindungi generasi muda dari bahaya negatif teknologi. Oleh sebab itu Indonesia membutuhkan roadmap yang terdiri dari rekomendasi kajian ilmiah, regulasi hingga implementasi dalam pemanfaatan teknologi.

Sesi pleno lainnya ada yang mengangkat subtema pembahasan yang sama. Pembicara yang hadir dalam pleno tersebut yaitu Massarow Syen selaku Director of Digital Education Institute – Institute for Information Industry (III) Taiwan, Fransiskus Astha Ekadiyanto selaku Head of Center for Independent learning Universitas Indonesia, dan perwakilan dari Pusdatin Kemdikbudristek, Abi Sujak.

Diskusi dimoderatori oleh Dayang Suriani dan menghasilkan kesimpulan bahwa guru yang telah memiliki semua indikator dengan variasi frekuensi praktik adalah guru yang baik, yakni baik dalam mengajar. Tapi untuk menjadi pendidik yang lebih baik, beberapa kompetensi digital perlu ditingkatkan. Memfasilitasi kompetensi digital peserta didik sangat penting terutama dalam pembuatan konten dan penggunaan TIK yang bertanggung jawab sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan desain yang lebih kompleks.

Kemudian Sesi Pleno 2 mengangkat tema “Digital Educational Transformation: Closing the digital gap, to Reach the Unreach, Remote Area, Open Access, Flexible Learning, Disability Access”. Pembicara yang hadir dalam pleno tersebut yaitu Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati;  Dekan School of Distance Education, Universiti Sains Malaysia, Zoraini Wati Abas; dan Olivia Basrin dari Google.

Sesi yang dimoderatori oleh Pratiwi Wini Artati ini menghasilkan kesimpulan bahwa disrupsi pendidikan adalah sesuatu yang dapat kita anggap sebagai peluang berharga untuk menciptakan cara belajar baru dalam mengeksplorasi perangkat teknologi guna mengatasi masalah dan tantangan pembelajaran, terutama di saat pandemi Covid-19.

Agar transformasi digital terjadi, teknologi pendidikan di era kenormalan baru perlu menjawab isu tentang kesenjangan digital, akses inklusi dan disabilitas, serta akses terbuka dan pembelajaran yang fleksibel. Ada faktor utama keberhasilan transformasi digital, yaitu Openness, Mindset, Readiness, Adaptive (OMAR), yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain ulang pembelajaran.

Hal ini membutuhkan tindakan kolaboratif dan inovatif untuk membuka solusi dari setiap masalah dan tantangan pendidikan. Berbagai pendekatan terhadap alat, inisiatif, dan tindakan inovatif penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan teknologi serta mendukung akses yang adil dan merata bagi terselenggaranya pembelajaran digital. Pemerintah mendukung peningkatan infrastruktur dan akses komunikasi kepada seluruh warga negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, lebih dari Rp100 triliun dianggarkan untuk dana pendidikan, riset, dan kebudayaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dari warga negara Indonesia. “Untuk itu keluarga yang paling rentan perlu dibantu. Selain itu pemerintah juga menyediakan beasiswa yang dapat dimanfaatkan seluruh warga Indonesia untuk mendapatkan pendidikan lanjutan dan lebih baik,” tuturnya.

Blibli.com
Blibli.com