
Mantan Ketua DPR RI itu mengajak semua pihak menghentikan pengesahan RUU Sisdiknas. Dia menyebut RUU Sisdiknas ancaman nyata bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesia.
“Nadiem patut diduga adalah mewakili kepentingaan asing yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia melalui kehancuran dunia pendidikan,” tegas pembina Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) itu.
Marzuki menyebut sebagai anak bangsa tidak ada kata lain selain melawan. Dia menuding mereka yang tidak ikut melawan tidak empati terhadap nasib bangsa ke depan.
“Tidak ada zamannya lagi di antara kita ada yang diam dengan beragam alasan, pilihan hanya satu kita yang bubar atau Nadiem yang turun,” tegas dia.
Marzuki juga membeberkan pertemuan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi dan Nadiem. Dia menuding Nadiem melecehkan Unifah.
“Tapi alhamdulillah Prof Unifah tegar, walau dilecehkan oleh Nadiem tidak mau diajak foto, langsung meninggalkan ruang pertemuan. Kita punya srikandi pejuang dari guru se-Indonesia,” beber dia.
Dia mengajak guru dan dosen melawan terkait RUU Sisdiknas. “Pertanyaannya, di mana posisi kita? Masihkah ada di antara kita tidak peduli dengan masa depan bangsa ini? Saatnya guru dan dosen melawan,” ujar Marzuki. (sumber: medcom)



















