Banyak Terjadi Tindak Kekejaman di Dunia Pendidikan, Wakil Ketua MPR Prihatin

Berita Nasional440 Dilihat

“Pihak sekolah harus aktif menjalin komunikasi dengan Polri dan BNN begitu mencium gelagat sekolah mereka dirasuki peredaran minuman keras, apalagi disusupi jaringan Narkoba. Jangan takut melapor demi menjaga kualitas dan masa depan anak bangsa,” katanya.

Basarah juga mengusulkan pihak sekolah harus memperkuat pendidikan budi pekerti di kalangan pelajar dengan metode ajar yang menarik dan bahan bacaan yang representatif.

Menurutnya, sistem pendidikan nasional yang kini bertumpu pada UU No. 20 Tahun 2003 sudah baik karena Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 menjadi dasarnya.

Ia pun mengimbau agar Kemdikbudristek dan Kemenag dapat menyajikan materi yang berisi falsafah dan kearifan lokal bangsa Indonesia yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk dijadikan teladan siswa di Indonesia.

“Di Indonesia kisah-kisah bijak yang memperkaya budi pekerti sangat banyak. Agar lebih bervariasi, kisah-kisah teladan lainnya bisa juga diambil dari negara lain. Kedua kementerian ini bisa mengumpulkan cerita-cerita teladan yang bagus, lalu menerbitkannya dengan desain gambar dan visual yang menarik. Jika kita sisipkan nilai-nilai Pancasila di dalamnya, itu akan lebih bagus sebab metode itu lebih sesuai dengan selera generasi milenial saat ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini sejumlah kekerasan di dunia pendidikan, baik oleh murid kepada murid, oleh guru kepada murid, atau oleh murid kepada guru kerap terjadi di Indonesia. Penganiayaan oleh siswa SMAN 9 Kupang terhadap gurunya, Maria Theresa merupakan kasus terbaru.

Sebelumnya, Eko Hadi Prasetya (43), guru di Pondok Pesantren Al Madina di Samarinda, Kalimantan Timur, tewas dikeroyok dua santrinya pada Februari 2022 usai salat. Kedua santri itu memukuli korban bertubi-tubi sebanyak tujuh kali hingga tewas. (sumber: detikcom)

Blibli.com
Blibli.com