
Rozi menjelaskan, diklatsar guru PAUD lokus stunting dilaksanakan selama 5 hari. Rinciannya, 3 hari untuk penyampaian teori, modul dan panduan pelaksanaan tugas mandiri bagi peserta dengan tatap muka dan 2 hari (visit lembaga PAUD belajar praktik baik dan microteaching dan audiensi peserta diklat bersama kepala desa lokus stunting).
Tugas mandiri dan pendampingan selama 30 hari efektif dengan 5 kali pendampingan oleh petugas pendamping (Penilik PAUD atau Pengawas TK).
“Hasil tugas mandiri berupa buku laporan hasil kegiatan sesuai dengan sistematika dan standar sebagaimana buku pedoman diklat dasar guru PAUD yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek,” terangnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru PAUD berasal dari kecamatan lokus stunting, yakni Kecamatan Tiris sebanyak 7 orang, Kecamatan Krucil sebanyak 6 orang dan Kecamatan Banyuanyar sebanyak 7 orang.
Seluruh peserta diklatsar bagi guru PAUD lokus stunting harus terdaftar dalam akun SIMDIKLAT Kemdikbudristek hingga penilaian dan penetapan kelulusan hasil diklat. Sertifikat kelulusan ditetapkan dan diterbitkan oleh Direktur GTK PAUD dan DIKMAS.
Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber para guru PAUD yang sudah terlatih dan bersertifikat pelatih guru PAUD nasional PCP (Pelatihan Calon Pelatih) sebanyak 5 orang, Dinas Kesehatan 1 orang.
Puspaga melalui Dinas DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) 1 orang dan Praktis Pendidikan PAUD (mantan Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo) 1 orang. (infopublik)



















