HGN 2022, Ketika Moralitas Jadi Perdebatan

Berita Opini1031 Dilihat

Bukan tidak mungkin ketika mereka ikut menyemarakkan HGN karena menghormati para gurunya, mereka akan ikut menyanyikan lagu dewasa dan berjoged ria di depan para guru.

Miris memang situasi dunia pendidikan. Guru seolah lupa bahwa setiap gerak-geriknya adalah teladan bagi generasi bangsa. Menjadi guru bukan sebuah persoalan mudah hanya dengan mentransformasi pengetahuan di depan kelas, tapi jauh lebih dalam, guru adalah sosok yang ditiru semua tingkahlakunya oleh peserta didik.

Dalam suatu kesempatan, penulis menerima sceeenshot chat kelompok guru yang tengah melakukan persiapan kegiatan peringatan HGN. Tidak tergambar di sana bagaimana seorang guru yang seharusnya berpikir lebih jauh ke depan, pikiran tentang proyeksi akibat dari sebuah iven yang dapat saja berdampak secara mental pada peserta didiknya, apatah lagi pada masyarakat yang menyaksikannya.

Guru adalah profesi mulai, bukan profesi yang mudah diperankan oleh semua orang. Guru adalah manusia pilihan yang diharapkan menjadi sosok terbaik bagi kelangsungan pendidikan karakter generasi harapan bangsa.

Ada baiknya dalam HGN, guru dan kelompok-kelompoknya mengedepankan pentingnya menampilkan sesuatu yang bermakna secara menyeleuruh, bukan hanya euforia yang bahkan mengerdilkan posisi guru sebagai seorang pendidik.

Moralitas harus tetap dikedepankan dalam setiap tingkahlaku, apalagi saat berkegiatan secara terbuka yang dapat ditonton oleh semua pihak. Guru adalah harapan terakhir, benteng utama penjaga generasi bangsa berada dalam naungan kebaikan menuju masa depan yang tertata dengan kebaikan.

Sekali lagi, HGN adalah sesuatu yang baik, jangan kotori dengan iven yang merusak profesi dalam tatapan warga masyarakat negeri ini. Masih banyak iven bermakna yang dapat jadi pilihan menjaga marwah profesi dan harga diri (*)

Penulis: Nova Indra (CEO Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia – P3SDM – Melati)

Blibli.com
Blibli.com