
Amich mengapresiasi madrasah yang terus berbenah sehingga mampu mengungguli satuan pendidikan lainnya. Ia mengutip survei yang dilakukan Program of International Student Assessment (PISA).
“2018 ketika nilai rata-rata jenis sekolah lain turun, nilai rata-rata PISA siswa MTs justru meningkat hingga berada di atas nilai rata-rata siswa SMP,” katanya.
Hal senada disampaikan Direktur KSKK Madrasah M Isom. Menurutnya, madrasah semakin baik. “Kesadaran orang tua untuk memasukkan anak ke madrasah setidaknya ada dua faktor, agar anak tahu tentang ilmu agama dan kualitas madrasah yang dinilai mumpuni,” terangnya.
Meski demikian, Isom mengingatkan bahwa secara keseluruhan madrasah masih harus berbenah. Isom menggarisbawahi pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak ada kesenjangan sarana prasarana antara satu madrasah dengan madrasah lain.
Dengan pembenahan madrasah secara menyeluruh, Isom yakin pendidikan madrasah bisa mengambil peran penting dalam pendidikan di Indonesia. “Madrasah nantinya bisa menghegemoni pendidikan di Indonesia,” katanya.
Kepala Subdirektorat Sarana-Prasarana KSKK Madrasah Abdul Rouf menganggap perlu perbaikan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan SBSN Madrasah. “Kami ingin nantinya ada monitoring faktual sebelum penetapan penerima pembiayaan SBSN Madrasah,” terangnya. (kemenag)



















